Kompleksnya kata Cinta

Slide1

Kompleknya kata cinta part 1

… horas, slamat malam listeners, jumpa lagi bersama saja DJ J sidabutar di radio kesayangan kita – gobatak, dalam acara “kalau cinta, katakana sejujurnya”. Malam ini, anda dapat bergabung dengan menghubungi kami di 081 394 394 xxx.  Sambil menunggu penelepon pertama, kita dengar sebuah lagi dari Endah n Resha “When you love some one”

Sing :
I love you but it’s not so easy to make you here with me

I wanna touch and hold you forever

But you’re still in my dream

And I can’t stand to wait ‘till nite is coming to my life

But I still have a time to break a silence

When you love someone

Just be brave to say that you want him to be with you

When you hold your love

Don’t ever let it go

Or you will loose your chance

To make your dreams come true…

I used to hide and watch you from a distance and i knew you realized

I was looking for a time to get closer at least to say… “hello”

And I can’t stand to wait your love is coming to my life

When you love someone

Just be brave to say that you want him to be with you

When you hold your love

Don’t ever let it go

Or you will loose your chance

To make your dreams come true…

And I never thought that I’m so strong

I stuck on you and wait so long

But when love comes it can’t be wrong

Don’t ever give up just try and try to get what you want

Cause love will find the way….

When you love someone

Just be brave to say that you want him to be with you

When you hold your love

Don’t ever let it go

Or you will loose your chance

To make your dreams come true…

… oke, langsung saja kepenelon pertama,,,

“hallo, kalau cinta….”, “katakan sejujurnya” ucap Sriwana Marbun  di ujung telepon.

“dengan siapa ini?”

“dengan Sriwana Marbun dari mogang”

“mau cerita apa mala mini sri ?”,

“gini bang, beberapa bulan ini saya menjalin LDR (long distance relationship) dengan someone special di medan. Emang sih, awalnya aku nga percaya dengan yg namanya LDR, tp dia nga pernah berhenti, akhirnya akupun kehabisan cara menolak. Sampai suatu saat kami janjian ketemu di panatapan-tele, – dengan view danau toba dan hembusan angin agak sepoy2. Saat itu rasanya seperti dalam drama drama korea itu, hanya pengangan tangan.. rasanya romantis bangat… walapun nga ada saljunya”

“trus, masih sampai sekarang??”

“ itu dia bang, aku sedih bangat,,, minggu lalu kami baru aja putus”

“kenapa sri, siapa yang brani brani putusin kamu??”

“bukan salah dia sih bang, tapi orang tua kami tidak setuju dengan hubungan kami, karena perbedaan agama. Kenapasih agama harus jadi permasalahan? Bukan kah cinta lahir bersama dengan perbedaan?, namanya Maulana. Dia baik bangat, dan aku selalu bahagia bersamanya”

“… trus apa maulana terima gitu aja sri?”

“kami berdua tidak ada pilihan sih bang, arang tuanya dan orang tuaku sama sama menolak hubungan kami”

“whooow,, sedih ya… mau request lagu apa malam ini sri???

Sing :

Never mind,

I’ll find someone like you

I wish nothing but the best for you, too

Don’t forget me, I begged,

I remember you said

Sometimes it lasts in love,

but sometimes it hurts instead.

Kompleksnya kata cinta part 2

Juli 2006, sehabis panen padi di samosir. Pestauli Turnip dan suami sedang membuat “sinaok” (padi muda yang di goring lalu di tumbuk- mirip pop corn dari padi) di rumah. Membuat sinaok adalah tradisi di samosir setelah panen padi, tiba tiba Sriwana hadir dengan wajah manis dan bahagi…

“gimana pengumumannya nak, lulus nya kau”

“ia ma, aku lulus di bandung, ma”

Sambil memeluk ibu, sriwana tiba tiba sedih mengingat harus berpisah dengan orang tuanya untuk melanjutkan sekolah di bandung.

“kenapa nak, kok diam?” Tanya ayah…

“ia pa, brarti saya harus jauh brarti dari bapak, trus uang kita dari mana?” Sriwana sambil peluk ayah….

“bah, dang polah boha i… lului ma amang mu di parjalangan da” (nga papa nak, nanti cari ayah mu di tanah rantau)

Lului ma amang mu di parjalangan, ini merupakan kalimat sacral nan penuh makna. Sering kali itu menjadi spirit buat perantau sekalipun bulanan terlambat dan uang kuliah belum terlambat. Terdengar dari radio go batak

Anakkon hi do hamoran di au (Nahum Situmorang)

Marhoi hoi pe au inang da tu dolok tu toruan
mangalului ngolu-ngolu na boi parbodarian
asal ma sahat gellengki da, sai sahat tu tujuan
anakkon hi do hamoraon di au

nang so tarihuthon au pe angka dongan
ndada pola marsak au di si
alai anakkon hi da dang jadi hatinggalan sian dongan magodang na i
hugogo pe mansari arian nang botari lao pasikkolahon gelleng hi
na ikkon marsikkola do satimbo-timbo na
sikkap ni natolap gogo ki

ai tung so boi pe au inang da mar nilon mar jamtangan
tarsongon dongan-donganki da mar sedan mar berlian
asal ma sahat gelenngki da sai sahat tu tujuan
anakkonki do hamoraon di au

bagaimana kisah selanjutnya, ikuti next episode

Kompleksnya kata cinta part3

… selesai melakukan pendaftaran ulang di kampusnya, Institut Teknologi Halak Batak (ITHB), Sriwana bersama temannya berkunjung ke kampus tetangga yang hari itu sedang OHU,- Open House Unit, sebuah acara dari semua unit kegiatan mahasiswa memperkenalkan organisasi dan menyambut mahasiswa baru di kampus Institut Teknologi Batak. –tidak saja nama yang hanya di bedakan huruf H, dua kampus tersebutpun cukup berdekatan.

Setelah Adit (ketua panitia OHU, Matematika05) mengucapkan kata sambutannya, UKSU –unit kesenian Sumatra utara, mengisi acara dengan gondang lekap dengan Risman simanjorang sebagai parsarune bolon. Gondang tersebut memang tidak se bagus gondang yang sering Sriwana dengar di samosir. Maklum, gondang ini hanya hasil latihan dari beberapa mahasiswa yang tulus melestarikan budaya, tanpa pemaknaan yang mendalam tentang cerita di balik setiap gondang tersebut. Akan tetapi, dentuman gordang membawa Sriwana terhanyat melayang laying. Tak sadar, cannon eos 70D milik Edward turnip (Matematika05) sesekali membidik Sriwana yang menghayati Gondang tersebut.

Sepulang dari Open House tersebut, terpikir untuk mengikuti SNMPTN tahun berikutnya, ada beberapa alasan Sriwana untuk bertarung dalam perhelatan SNMPTN itu. Membaca nama di Koran, memiliki kampus yang penuh dengan budaya dan kreatifitas, dan juga sepertinya menarik mengenal, sosok Adit yang gagah saat membuat kata sambutan tersebut, buatnya itu mirip2 Obama saat mengucapkan YES, We can… itu memberi optimism tersendiri, sekalipun kita hanya punya presiden yang selalu “Prihatin”, kampus ini memiliki pemimpin yang patut di tunggu di masa depan. Namun, Sriwana menghadapi dilema, bagaimana kalau orang tuanya tau dia kebandung untuk SNMPTN, dan bukan kuliah?

Sementara, Edward mengagumi hasil jepretannya di kos-cimbuluit, dan terakhir menyadari kenapa ada foto orang yang sama berulang ulang? Bukan kah pengunjung OHU puluhan ribu, kenapa gadis sederhana itu muncul berkali kali. Lalu, Edward membuat folder khusus untuk foto itu, “gadis polos”. Sembari memindahkan foto2 tersebut, kamar dengan spiker simbada mengumandangkan :

Agnes Monica-

Cinta ini kadang kadang tak ada logika

Berisi smua hasrat dalam hati

Ku hanya ingin dapat memiliki

Dirimu hanya untuk sesaat

Cintailah Tuhan, Bangsa , dan Almamater- Adit

Apakah cinta hadir alasan kecantikan, lalu bagaimaa setelah tua.. apakah cinta itu hilang? –edward

Apakah cinta itu hadir karena sikap, aku bahkan tak mengenalnya?-Sriwana

Cinta lahir tanpa alasan, karena itu cinta tak punya alasan untuk mati. – penulis,

Apa pilihan sriwana dengan pendidikannya?

bagaiman hubungan sriwana dengan cinta pertamanya?

Sriwana, cinta pertama (maulana) atau cinta pandangan pertama(adit), atau org yang mencintainya(Edward)?

Apakah edwar bertemu gadis polosnya?, ikuti terus,, “karena cinta itu kompleks”

Risman Simanjorang , Aditya Widiastana, Jegez Sidabutar, Maulana Manihuruk

Kompleksnya kata cinta part 4

… Sriwana, sulit memutuskan apakah dia memilih melanjutkan study nya atau ikut SNMPTN tahun berikutnya. – bisa jadi itu bukan kesalahan sriwana, namun sisa tradisi yang tidak perlu di lestarikan. Walaupun tidak semua keluarga, masih banyak keluarga di samosir yang belum menerima kesetaraan gender, termasuk keluarga sriwana. Batak yang mana menganut patrilineal –suatu adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ayah. Tentu menempatkan laki laki pada pengambilan keputusan penting. Gadis gadis seperti sriwana duduk di lini kedua, mencuci, menyetrika, memasak, dan tangggung jawab lainnya. Akan tetapi laki laki lebih terbiasa dalam pengambilan keputusan. Namun, dalam hal pendidikan, suku batak mulai tidak membeda bedakan gender,- tentu kecuali keluarga tertentu.

Karena sulit mengambil keputusan, sriwana berdiskusi dengan inangudanya (tante, dameria turnip), hal ini karena tante dameria lebih paham dari ibunya untuk urusan pendidikan. Setelah pertimbangan matang, akhirnya sriwana tetap melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Halak Batak. Namun, untuk praktikum Fisika Dasar, -karena tidak punya lab, sriwana dan teman temannya praktikum di LFD (lab fisika dasar) institut tekanan batin, nama lain dari institute teknologi batak. Nama itu muncul bukan tanpa alasan, karena setiap mahasiswannya mengalami tekanan batin.

Fraktikum fisika dasar pun mulai, Edward,- yang kebetulan asisten di LFD tersebut tekejut melihat ada seseorang yang familiar sekali wajahnya di lab tersebut. Ini seperti mencetak hattrick untuk Edward. Pertama, menajadi  mahasiswa matematika pertama yang asisten di jurusan fisika, kedua menjadi asisten untuk anak ITHB,- menjadi asisten kampus lain honornya 2 kali lipat daripada mengasisteni anak anak kampus sendiri, nah yang ketiga bertemu  “gadis polos”. Bukan karena kebetulan, Edward akhirnya menjadi asisten kelompok Sriwana, pada saat pengarahan Edward dan temannya bertukar tempat sehingga Edward tepat di pangkuan sriwana,- #ehh tepat di kelompok sriwana maksudnya.

“ ada keberuntungan yang kebetulan, juga ada kebetulan yang di rencanakan”

… tentu saja pertemuan itu hanya sebuah kebetulan untuk Sriwana, – tapi sedikit melegakan buatnya bertemu Tulang (tulang : panggilan untuk saudara laki laki ibu) di tanah parayangan. Tentu saja Sriwana menganggap Edward “Tulang” karena nama belakang Edward di akhiri dengan “turnip”, marga yang sama dengan ibu Sriwana (Pestauli Turnip). Namun, Edward tentu tidak tau ibu sriwana boru Turnip. Sriwana tidak terpikir sedikit pun hubungan selain “tulang” dengan Edward, karena ingat pesan Ibu “Turnip itu satu, jadi semua marga turnip itu tulang mu”.

Setelah fraktikum selesai, Edward kembali ke jurusan bertemu sahabanya Adit. Edward menceritakan bahwa dia ketemu “gadis polos” dan sudah mengetahui namanya “Sriwana” dari LFD. Tentu saja Adit senang melihat sahabatnya senang.

Bagaimana, kalau Edward tau kalau ternyata “gadis polos” yang dia sukai itu berenya?, lalu apakah tidak ada sekedar pertemuan dengan Maulana?,bagamana pertemuan adit dan sriwana?

Jangan kemana mana, “kompleksnya kata cinta part 5 segera “

Kompleksnya kata cinta part 5

Minggu berikutnya, Sriwana kembali melakukan praktikum fisika dasar. Namun kali ini karena asisten praktikum harus di rotasi, Sriwana bertemu dengan asisten yang berbeda. Dari kelompok sebelah, Edward bersama cannon 70 D, antara membuat dokumentasi praktikum atau motif pribadi, mencari kesempatan dalam kesempitan. Eos 70 D dengan layar yang bisa di putar putar, membantu Edward dapat melakukan pemotretan tanpa terlihat. Di kalangan fotografer di sebut, -kamera siluman

Akhirnya fraktikum pun selesai, sore itu udara dinginnya bandung menemani sriwana menuju titik tengah kampus Institut tekanan batin tersebut. Kampus itu memang di buat oleh perancang terbaik, di jalan LFD menuju titik tengah kampus terlihat pohon yang sedang berganti musim, pohon itu konon di datanggkan dari berbagai Negara di eropa. Daun berguguran membuat suasana yang berbeda, tentu saja memiliki satu kekurangan, salju tidak ada di sana. Seandainya salju ada, itu persis seperti di drama drama korea yang sedang musim sekarang.

Di titik pusat kampus, ada namnya kolam –Indonesia tenggelam, sebuah kolam bebebentuk lingkaran, dengan peta Indonesia di dalamnya, di sekitaran ya menggambarkan nada lagu Indonesia raya, dan tepat di pinggir kolam terdapat petunjuk lokasi setiap jurusan di kampus tersebut. Suasana tersebut, membuat mahaasiswa  yg”mengalami tekanan batin” sedikit rileks. Sesampai di sana, sriwana  seperti mengalami “flash of genius”, melihat matematika 2006, menyeret adit yang saat itu ulang tahun dan di lempar kedalam kolam Indonesia tenggelam.

Ya, buat mahasiswa disana, banyak mahasiswa yang ulang tahun akan di seret dan di lempar ke kolam Indonesia tenggelam tersbut. Itu memberikan sensasi tersendiri, yang mana jauh berbeda dengan perayaan ulang tahun di kampus seberang, ulang tahun yang harus traktriran, dan itu sangat membuat minder mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Itu tidak terjadi di kampus nan INDONESIA ini, apakah anda anak mentri, atau anak petani,, ketika ulang tahun anda sama sama tercemplung kedalam Indonesia tenggelam. Suasana itu membuat sriwana teringat  film “She Is the man”,

“if you want to chase your dreams,sometimes you gotta break the rules.

Akhirnya, entah untuk alasan Adit, atau suasana pendidikan disana… Sriwana memutuskan untuk SNMPTN 2007. Belum lagi, Sriwana yang mampir ke CC barat, disana ada ribuan pengumuman basiswa. Tentu itu bagus buat mahasiswa yang berasal dari samosir, yg konon masuk dalam 5 kabupaten termiskin di Indonesia. Namun, jalan Sriwana tentu terjal, berbekal kemampuan pas pasan, dengan fasilitas semasa sma terbatas, dan sepulang sekolah harus membantu orang tua ke ladang. Saat itu harus bersaing dengan siswa dari seluru nusantara, yang punya gizi lebih baik, sepulang sekalah masuk bimbingan yang menjamin masuk SNMPTN, tapi ini masalah kemauan.  Hal serupa bukan saja di alami Sriwana, banyak kakak2 kelasnya bersiap selama setahun setelah lulus SMA untuk snmptn berikutnya. Itu salah satu kesempatan terlahir di daerah terisolir. Tapi MEREKA PUNYA KEMAUAN.

Di praktikum selanjutnya, sriwana memberanikan diri menemui tulangnya –edward, untuk menanyakan bagaimana bisa jadi bagian “di cemplungkan kedalam kolam Indonesia tenggelam”.

Menghadapi SNMPTN 2007, Edward, bersama temannya Risman Simanjorang dan Raja simarmata sering bergantian masuk ke Perpusatakaan pusat lantai 4 untuk berduaan dengan Sriwana. Lantai itu sangat sepi, karena saat itu mahasiswa lebih banyak belajar dari internet, perpus seringkali di pakai orang yang tugas akhir, dan penyeludup seperti 3 serangkai, ehhh 3 pemuda ini. Berduaan dengan sriwana, jangan di pikir macam macam ya, ini untuk membantu adik adiknya menghadpi SNMPTN kok.

Edward akhirnya punya dua murid yang harus di persiapkan menghadapi SNMPTN 2007. Selain adiknya –novhry turnip, yang masih menganggur di panangkohan- samosir. Edward punya murid kedua, sriwana –mantan gebetannya, yang tentu dia masih mencintainya lebih dari Bere. Edward menyadari cintanya tidak mungkin happy ending karena batasan budaya, tapi tentu tak semudah itu melupakannya. Terkadang dia bertanya, kenapa marboru tulang boleh? Dan marboru namboru- yg jelas dari hubungan darah lebih jauh. Dia terus bertanya, agama lebih melarang marboru tulang daripada marboru namboru seperti hubungannya dengan sriwana. Dari pendekatan sainst, juga lebih memperbolehkan hubungannya dengan sriwana daripada hubungan marboru tulang.

Apakah Edward juga mengikuti ““if you want to chase your dreams,sometimes you gotta break the rules” ?? Tentu menempatkan kutipan harus pada tempatnya.

OPEN HOUSE UNIT INSTITUT TEKANAN BATIN 2007.

Di sebuah sekre –KMK, keluarga mahasiswa katolik, Sriwana seni rupa 2007, Pramono asli Maddiun matematika 2007, Novhry Turnip teknik Pertambangan 2007, mendaftar sebagai keluarga baru di unit tersebut.

Adit yang sering bermain ke kontrakan Edward, dan novhry yang mengajak sriwana. Membuat peta cinta makin kompleks, sriwana suka sama adit dan sering ketemu, adit yang ragu karena sriwana mantan gebetan sahabat, belum lagi kisah cinta di KMK, promono yg terus mendekati sriwana. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Jagan kemana mana,, tetap di kompleksnya cinta.

Kompleksnya cinta part 6.

Agustus, 2008.

… dalam keputus asaan, pramono yang tak kunjung di terima cintanya oleh sriwana, dia meminta sahabatnya di KMK (novhry) untuk membantu hubungannya dengan sriwana. Pramono tak sadar bahwa novhry yang diam diam menyukainya. Nohhry berada dalam dilema, apakah akan membantu orang yang di cintainya, sekalipun harus menyerahkannya kepada orang lain?

Bukan kah cinta tak harus memiliki?, novhry tentu bisa menerima pramono tidak menyukainya, tapi kenapa harus sama sahabatku? Kenapa 2 manusia ini begitu merepotkan, menjadikanku penjaga nyamuk dalam hubungan mereka, -tanya novhry seraya menatap atap kontrakan di heningnya malam, dengan sedikit air mata. Tok tok tok.. Sriwana, menghentikan hayalan novhry malam itu.

“kamu kenapa novh, kelihatannya baru nangis?”

“nga papa kok, tadi ada debu masuk..”

“kamu, pasti boong… crita dong”

“ngakkkk, benaran,,, oia, pram salam sama kamu tuh, suka nga sama dia?”

“pramono maksdumu??… ya ngalah… aku kan da bilang, sukanya sama temanya kak Edward.. kamu suka ya, sama dia, ngaku  ngaku..?”

“emm “

“yeeeeeeeee, pakai jadi mak comblang lagi,,, udah, ambil tuh,, hadiah dari aku…

Malam itu, novhry senang sekali atas jawaban sriwana. Merekapun kembali ke tugas, sekalipun novhry masih terbang, di mabuk cinta.

Tahun itu, facebook mulai hangat di dunia mahasiswa tekanan batin tersebut. Sambil menunggu mata kuliah selanjutnya, sriwana masuk ke ruang perpusatakaan pusat. Kali ini bukan ke lantai 4 tempat persiapan snmptn dulu. Sriwana menuju pojok lantai satu,- sampoerna corner. Salah satu ruangan paling nyaman di perpus itu, ruangan itu sumbangan dari PT sompoerna, di dalamnya banyak buku bacaan ringan, yang mana bukan hitungan matriks atau vector. Selain TV yang menyiarkan siaran luar negri, terdapat beberapa computer tempat brousing, dan tentunya facebookan- dan saat itu GRATIS. Sriwana melihat pojok kiri layar dekstopnya, “friend request” atas nama Maulana manihuruk- Cinta pertamanya sebelum tertekan batin.

3 sekawan, (Risman Simanjorang, Edward Turnip, Raja Simarmata), duduk saling berhadap hadapan di sebuah teras, tepat di depan gedung perpus pusat tersebut. Mereka saat itu sedang gagas “samosir berubah”, sebuah komunitas mahasiswa yang peduli dengan samosir. Tentu saja, pengalaman pahit mereka melewati himpitan keterbatasan membuat kekuatan tersendiri. Menyadari, tidak ada kebebasan yang di berikan, melainkan harus kaum tertindas itu sendiri yang meraihnya. Keinginan, agar adik adik kelas mereka lebih baik dari mereka, membuat mereka merelakan waktu tidur mereka berkurang, dan membuat sketsa “samosir berubah” sambil mendengar strimming dari www.gobatak.com

The Climb –Miley Cyrus

I can almost see it

That dream I am dreaming

But there’s a voice inside my head saying

“You’ll never reach it”

Every step I’m taking

Every move I make feels

Lost with no direction

My faith is shaking

But I gotta keep trying

Gotta keep my head held high

There’s always gonna be another mountain

I’m always gonna wanna make it move

Always gonna be a uphill battle

Sometimes I’m gonna have to lose

Ain’t about how fast I get there

Ain’t about what’s waiting on the other side

It’s the climb

The struggles I’m facing

The chances I’m taking

Sometimes might knock me down

But no, I’m not breaking

I may not know it

But these are the moments that

I’m gonna remember most, yeah

Just gotta keep going

And I, I got to be strong

Just keep pushing on

‘Cause there’s always gonna be another mountain

I’m always gonna wanna make it move

Always gonna be a uphill battle

Sometimes I’m gonna have to lose

Ain’t about how fast I get there

Ain’t about what’s waiting on the other side

It’s the climb, yeah!

There’s always gonna be another mountain

I’m always gonna wanna make it move

Always gonna be an uphill battle

Somebody’s gonna have to lose

Ain’t about how fast I get there

Ain’t about what’s waiting on the other side

It’s the climb, yeah!

Keep on moving, keep climbing

Keep the faith, baby

It’s all about, it’s all about the climb

Keep the faith, keep your faith, whoa

Dalam kegiatan “samosir berubah” tersebut, melibatkan mahasiswa dari banyak kampus dari seluruh Indonesia, ada yang dari medan, ada yang dari jogja, ada yang dari bogor, ada yang dari semarang, juga dari jakata. Tak lupa, ada satu nama “Nui Sinaga, mahasiswa Telkom yang kebetulan saat itu menjabat sekretaris.

Kompleks bukan? Jangan kmana mana,,, sampai jumpa di kompleksnya kata cinta part 7 (episode trakhir).

Kompleksnya kata cinta part 7

… Sriwana – yang juga akhirnya bergabung dalam “samosir berubah”-, entah untuk alasan pribadi atau alasan samosir berubah atau mungkin keduanya, sering bertemu dengan Adit – matematika05 asal Bali. Sriwana ingin tau bagaimana Bali mengembangkan parawisatanya, adakah yang bisa di terapkan di samosir?.

Adit,- dengan lugas menjelaskan bagaimana pariwisata itu dapat berkembang. Ada 4 hal yang adit soroti, infrastruktur, geografis, sejarah, budaya yang hidup. Untuk georgafis mungkin danau toba dan samosir nga kalah lah sama bali. Tapi infrastruktur jelas bedalah. Kemudian adit menjelaskan, di bali kan banyak yang agama Hindu seperti saya, jadi agama dan budaya nya kolaborasi. Itu yg tidak di temukan di samosir, agama dan budaya seolah olah berlawanan, jadilah budaya yg hidup tidak begitu menarik. Itu tantangan buat kalian, ujar adit, sambil tersenyum.

Semakin sering bertemu, akhirnya Adit dan Sriwana mengalami pepatah  jawa

“tresno jalaran soko kulino”

Mereka berdua akhirnya sama sama suka, tapi nga jadian mempertimbangkan perasaan Edward. Istilah kerennya, Teman tapi Mesra, atau Hubungan Tanpa Status.

… selama kegiatan “Samosir berubah” yang melelahkan akhirnya Edward benar benar mengkonversi cintanya menjadi “holong kepada bere 100%”. Tapi kemudian dia membuka mata, dan menyadari cinta itu bukan sesuatu yang di paksakan. Juga kadang tak perlu di cari, karena begitu dekat denganya. –Nui sinaga, mengisi hati  yang kosong tersebut. Edward mencintai Nui bukan kerena prestasi atau kecantikannya saja, tapi karena Nui mengisi setiap kekurangan yang Edward miliki.

Sriwana, yang sebelumnya kecewa melihat bahwa “maulana in relationship with dian”, kali ini bahagia melihat status “ edwad in relationship with nui sinaga”, yang kemudian di ikuti Sriwana in relationship with Adithya wastana”. Sriwana yang sering aktif di samosir berubah, meninggalkan pramono dan novhry ruang di KMK.

“My Happy Ending”

So much for my happy ending
Oh oh, oh oh, oh oh…

Let’s talk this over
It’s not like we’re dead
Was it something I did?
Was it something You said?
Don’t leave me hanging
In a city so dead
Held up so high
On such a breakable thread

You were all the things I thought I knew
And I thought we could be

[Chorus:]
You were everything, everything that I wanted
We were meant to be, supposed to be, but we lost it
And all of the memories, so close to me, just fade away
All this time you were pretending
So much for my happy ending
Oh oh, oh oh, oh oh…

You’ve got your dumb friends
I know what they say
They tell you I’m difficult
But so are they
But they don’t know me
Do they even know you?
All the things you hide from me
All the shit that you do [CD version]
All the stuff that you do [radio edited version]

You were all the things I thought I knew
And I thought we could be

[Chorus]

It’s nice to know that you were there
Thanks for acting like you cared
And making me feel like I was the only one
It’s nice to know we had it all
Thanks for watching as I fall
And letting me know we were done

[Chorus x2]

[x2]
Oh oh, oh oh, oh oh…
So much for my happy ending

Oh oh, oh oh, oh oh…

Ada cinta yang di penuhi perbedaan agama

Ada cinta yang di penuhi perbadaan budaya

Ada cinta yang di penuhi perbedaan agama dan budaya

Ada cinta yang di penuhi perbedaan prinsip

Cinta tak selalu perkara pasangan pria dan wanita

Cinta ibarat “joker” atau “bunglon” yang tergantung penempatanya

Cinta ada dalam :Persahabantan, orang tua-anak , bernegara, dengan kampung halaman

Karena cinta ada di setiap nafas kehidupan

Hubungan 2 orang tidak selalu Happy Ending, but at the end everybody is happy. Karena Dia tdk hanya mengurusi hubungan dua orang, tapi ada miliar kombinasi hubungan (karena cinta itu kompleks) yg harus di selesaikan.

The big question : apakah mereka akhirnya menikah??

Itu saya serahkan kepada anda menjadi dalang, anda berada di situasi yang mana? Dan silahkan memilih bagaimana cinta itu berakhir.

But remember : at the end everybody is happy

Medan, 12-12-12

Salam hangat

Peri Turnip

Budaya Konsumtif Konsumtif Over Dosis

 

 

Budaya konsumtif sudah menjadi kombinasi kata yang umum dan sudah dapat di pahami masyarakat – tentu dengan interpretasi yang berbeda beda. Itulah kenapa kombinasi kata itu menjadi judul paragraf ini. Namun, sekalipun saya belum bisa menjelaskan apa itu budaya, saya tidak sependapat menyebut konsumtif itu di anggap budaya – takut marah sama budayawan bangsa ini, semacam sudjiwotejo dkk. Saya mengambil jalan pintas saja, saya ambil sebutan konsumtif over dosis.

Sebelum melanjutkan tulisan ini, saya ingin menanyakan anda – apakah anda orang yang mudah tersinggung?. Jika ya, saya memohon anda berhenti membaca, takutnya merugikan hubungan kita. Mau di bawa kemana hubungan kita? huhuiiii.

Oke, terima kasih karena anda orang yang tidak mudah tersinggung. Saya ingin mengajak anda ke kehidupan pedesaan. Sekalipun ini tentang desa tempat lahirku, jangan sekali kali berpikir itu desaku, itu desamu, atau desanya, karena ini desa kita, -karena kita satu Indonesia. Sumber utama pendapatan dari desa ini dari pertanian – lebih tepatnya tanaman kopi. Hampir 100% penduduk desa ini menanam kopi. Sebelum peneliti – peneliti kita dapat menemukan kopi yang bisa di panen tiap minggu, kopi yang ada saat ini masih musiman. –ada musim panen dan ada nga-, belum lagi seperti yang terjadi saat ini. Isu global warning – yang dulunya hanya diskusi di kampus kampus, ato hanya yang di suarakan oleh aktivis lingkungan hidup yang sering mendapat ejekan itu-, sekarang sudah di alami di pedesaaan. Cuaca semakin tidak menentu yang berbuntut pada gagal panen.

“lalu mucul pemikiran sederhana, padi juga musiman seperti hujan, lalu kenapa beras selalu ada? Ya, karena kita punya lumbung padi. Kenapa kita tidak punya lumbing air? (cita2 semasih pakai jaket almamater), andai saja kita punya bendungan.”

Dengan adanya air, tanaman kopi kita setidaknya tidak harus mengalami gagal panen. Tentu hasil panen akan semakin baik dan yang lebih lagi, konsisten. Oke, lalu apa hubungannya sama konsumtif over dosis?

Sekalipun panen kita peroleh dengan maksimal dan berkelanjutan, masalah kita belumlah selesai. Karena ada yang namanya konsumtif over dosis. Kalau kita kembali kedesa desa saat musim panen, orang sibuk belaja. Ada yang belanja bahan –yang belum tau kapan akan di jahit-. Ada yang beli lemari- yang tiga bulan kemudian di pastikan rusak-. Ada yang beli makanan – yang melebihi kebutuhan-. Dan sebagainya. Intinya melebihi daya dukung penghasilan. Kemudian setelah musim panen berakhir, keuangan keluarga jebol. Minjam sana – minjam sini pun terjadi. Untunglah system kredit belum sampai desa, walau memimjam, bunganya 0 %. Itulah kelebihan system kekerabatan di desa ini. Hanya saja, ada kemandirian yang hilang tanpa di sadari. Si peminjam harus menjual hasil panennya ke orang yang meminjamkan duit. Si peminjam juga harus bekerja ke ladang orang yang meminjamkan duit. Terjadilah system yang tidak mandiri. Dan jika tidak di tepati, terjadilah perpecahan. Malah, ada yang menyalahkan adat (budaya). Padahal konsumtif over dosis yang menjadi tersangka.

Waktunya kembali ke kota, hal yang mirip mirip begini terjadi juga. Buktinya banyak yang mengeluh di akhir bulan, dan menunggu datangnya awal bulan. Padahal gaji yang di peroleh selama sebulan adalah kumpulan dari tiap hari, itu artinya tau berapa anggaran perbelanjaan rumah tangga (APRT) maksimal yang bisa di keluarkan tiap harinya.

 

menilik lembaran sejarah, semua negara atau kerjaaan (dalam skala kecil keluarga) yang maju, mereka selalu mengawali dari membangun pendidikannya, sehingga pada akhirnya tercapailah kecerdasan kolektif. kumudian, mereka lebih mudah bergerak kemanapun tujuan mereka. berhubung momen agustusan, kita kembali ke pembukaan UUD 45 …. “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Lalu bagaiman membangun pendidikan?

Ada semcam harapan membangun sesuatu, sesuatu bangat, heheh trus saya berharap anda bilang waw…

Saya ingin share sebuat ide sederhana buat anda, berharap ada bisa berikan saran dan kritik yang membangun. Apalagi anda bergabung, itu super sekali. Kita akan jadi superteam. Kita akan menolong satu keluarga tiap harinya, bahkan lebih

 

“Desa Maju, Indonesia Bangkita”

Idenya sederhana, kita buka simpan pinjam mulai dari lingkungan kecil, missal desa atau RT, dimana masyarakat di harapakan menabung ketika musim panen, atau saat gajian, dan mereka boleh menarik di saat yang tidak. Pilihan yang lain, kita bisa buat bentuk deposit, keluarga menabung tiap musim panen atau gajian, tetapi hanya bisa ditarik untuk kebutuhan pendidikan anaknya. Kalau system ini kita besarkan, mestinya wajib S1 itu bisa. Lama ke lamaan, setiap anak bisa melanjutkan pendidikan dengan pinjaman, dan di bayar setelah bekerja. Mau?

Bagaimana menurutmu?

Salam hangat

Fajar Baru Indonesia.

“Desa Maju, Indoensia Bangkit”

 

SURAT UNTUK KSATRIA


[Jangan di baca kalau tidak mau membaca sampai tuntas]

“Peluang tuan tahah sukses lebih kecil dari peluang pendatang sukses”

Apa anda pernah dengar Tungga ni Huta, tungga ni hura merupakan pendiri /penerus dari huta. Huta itu suatu daerah yang di buat orang batak sebagai himpunan dari beberapa rumah. Missal, a memiliki sebidang tanah, kemudian membuat parik (benteng yang di bentuk dari tanah), lalu menanami bambu di atas parit tersebut. Luas daerah yg di benteng tersebut biasnya muat 14 sampai 18 rumah.  Itulah yang di sebut huta. Biasanya, huta tersebut juga memiliki habong ni hutang, yaitu suatu daerah di sekeliling huta tersebut untuk di gunakan oleh orang yang tinggal di huta tersebut. Jadi, mendirikan huta tidaklah muda, seseorang harus memiliki tanah yang luas, tempat rumahnya di tambah habong ni huta untuk tempat bercocok tanam. Pendiri huta tersebutlah yang di sebut tungga ni huta. Kemudian, jika pendiri huta tersebut meninggal, tungga ni huta akan di pegang anaknya, dan jika anaknya tidak tinggal di situ, tahtah tungga ni huta akan jatuh ke orang terdekat dari pendiri huta yang tinggal di huta tersebut. Tungga ni huta biasanya dermawan, bersedia membagikan tanahnya ke orang yang tinggal di huta yang dia bangun. Tetapi ketika seserang tersebut pindah ke kota, atau keluar dari huta tersebut, tanah yang dulu di berikan kembali ke tungga ni huta. Akibatnya, tungga ni huta selalu tuan tanah.

 

Dalam 8 tahun terakhir, saya pulang kampung ke samosir mengunjungi orang tua saya. Ya, saya kira kira pulang sebanyak 10 kali. Alasan kepulangan saya macam macam, ada karena libur semester terlalu lama, ada karena pesta, dan ada karena perang saudara. Perang saudara di sini, tidaklah ekstrim. Perang saudara di sini adalah perkara tanah. Sering terjadi gugat mengggugat. Setia orang berusaha mengkleim, ini tanah saya. Dan saya sebagai “pangeran” alah… biasanya turun untuk menyelesaikan.

Anda mau tau cara menyelesaikan?

Malam sebelum rapat di desa. Saya datangi rumah orang yang mengkleim tanah sambil membawa pisau, dan sebagai kalimat pengantari pisaunya “hu hariar ma butuha mi” (ku putar2lah pisau ini di dalam perutmu). Dan nyali orangnya akan ciut, akibatnya ketika besok rapat di desa, dia akan mengalah. Apa anda percaya? Kalau percaya, saya berhasil membohongi anda. Saya tidak se ekstrim itu kali…

Cara menyelasaikannya biasnya, mengadakan diskusi, mengundang semua raja raja adat, natua tua, kemudian mencari saksi tentang siapa pemilik tanah tersebut. Kemudian berdamai, jika tidak bisa akan di lanjutkan ke pihak yang berwajib. Maklumlah, tanah di samosir kebanyakan belum memiliki surat tanah, itu yang menyebabkan sering perkara tanah. MUNGKIN INI PR BUAT EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DI SANA, tapi sepertinya tidak bisa berharap banyak kepada mereka. Kita hanya bisa menunggu generasi mendatang yang lebih baik, generasi yang tanpa KKN. Ya sudahlah, membahas itu terlalu berat nampaknya….

 

Karena sering menghadapi masalah seperti itu, saya kemudian bertanya, kenapa sering terjadi? Dan apa solusinya?. Kesimpulan saya mengarah kepada “perbedaan ke adaan ekonomi”, lalu kenapa?

“Peluang tuan tahah sukses lebih kecil dari peluang pendatang sukses”

Missal keluarga A merupakan keluarga tuan tanah. Mereka kemudian bertani, dan jika mereka ingin pendapatan yang lebih, mereka tinggal membuka lahan baru. Ini seperti kejadian di amerika jaman dulu. Mereka tidak kesulitan membuka lahan baru. Berbeda dengan keluarga A, keluarga B tidak memiliki tanah yang luas, mereka termasuk pendatang di bandingkan dengan A. akibatnya, untuk memperoleh pendapatan lebih, mereka harus rajin mengurus kebun mereka, mengatur pupuk yang pas, membersihkan rumput rumput di kebun. Mereka tidak dapat menambah kebun, sebab mereka tidak punya tanah. Ini mirip seperti kejadian di china, korea, jepang jaman dulu. Mereka kerja lebih keras.  Jika di amati beberapa tahun kemudian, keadaan ekonomi telah berubah, keadaan ekonomi keluarga B akan lebih baik di banding keluarga A. Ini menimbulkan kecemburuan. A merasa, kita tuan tanah disini, kenapa mereka yang lebih kaya?, hal ini bertahan dalam pikiran A. Kemudian, ketika B mempunya sedikit kesalahan terhadap A, baik dalam cara berbicara, cara berjalan, dan sebagainya. A akan emosi, dan akan membuat masalah dengan B. kemudian, A menelusuri, bahwa tanah yang di miliki B di berikan oleh orang tua, atau oppung mereka. A akan menarik kembali tanah tersebut. Itulah perkara. Apakah masuk akal?

Sebelumnya saya menulis “sepertinya tidak bisa berharap banyak kepada legislatif dan eksekutif sekarang” ya, mereka tidak tau masalah seperti ini, bagaimana mungkin mereka dapat menyelesaikan. Mereka kebanyakan hanya hasil politik praktis, money politic dan lewat tol. Ya, coba bayangkan, anda selalu lewat jalan tol, apakah anda akan melihat macet di sana, apakah ada pedagang kaki lima di tol? Tidak.

Ketika saya kuliah, dosen saya pernah bilang, General manager garuda itu selalu penumpang, bukan pilot. Itu supaya dia tau pelayanan terbaik, lalu

Samosir butuh legislatif dan eksekutif yang lahir dan besar dari masalahan disana, sehingga mempunyai solusi.

Lalu, apakah semudah itu? Tidak teman, data dari BIT (Bandan Intelijen Turnip) hhh untuk jadi legislatif, atau eksekutif harus kaya. Ketika pun ada orang yang benar benar memiliki kemampuan dan mau duduk di legislatif dan eksekutif, masyarakat tidak akan percaya. Mereka lebih tertarik dengan uang 50.000 atau 100.000. Jangan salahkan mereka, kalau kita jadi mereka, saya yakin akan memilih hal yang sama

 

Lalu, apakah kita harus putus asa? Pesimis?

Oh, tidak bisa…

Kita masih punya satu solusi, ini seperti solusi tunggal di persamaan matematika, KITA tunggu generasi ksatria yang mau bertarung fair play. Saya yakin, legislatif dan eksekutif mendatang pasti dari antara orang yang baca notes ini. Anda harus berjanji fair play. Kalau anda juga sama dengan generasi sekarang, siallah

Anda harus ingat kalimat tadi

“ hu hariar ma buttuha mi”…

 

Untuk anda ksatria,

“Kalau kita terlahir untuk berbenturan dengan masalah, itu bukan salah kita, tetapi kalau kita mati meninggalkan masalah, itu salah kita”

 

Untuk anda tukang angkat keper, menunggu jatah, pelanggan jalan tol

Ada saatnya tidak ada lagi koper yang anda angkat angat,

Ada saatnya jalan tol buat anda di tutup

Ada satnya anda bertemu ksatria

Jangan sampai aku harus mengunjungimu di lembaga TIPIKOR,

Kalaupun, saya harus mati sebelum menghentikan kebobrokan itu

Saya akan minta tidak massuk surga

Saya akan memilih jadi hantu

Hantu yang menemu imu…

 

Dan jika Tuhan tidak mengijinkan,

Aku akan memimta untuk terlahir sebagai ksatria baru

Mungkin kau sudah mati di sana

Tetapi aku tulis

1000 koruptor samosir

Anda tau,

Anak cucumu akan malu….

 

Jadi, cepat cepatlah bertobat kawan…

Anakmu tidak akan bangga dengan harta yang kau tingalkan

Mereka bangga dengan nama baikmu

Berhentilah

Please

 

 

Perjalanan Ksatria

Sebut saja mereka ksatria, mereka lahir dari tengah tengah keluarga sederhana. Mereka tidak lahir di rumah sakit, atau di klinik seperti pengalaman anak anak pada umumnya. Mereka lahir di bantu seorang dokter didikan alam, sebut saja mereka sibaso. Terkadang, ayah mereka tidak mengetahui kelahiran mereka. Ada ayah yang sedang bertani, atau mungkin sedang manjaha (membaca). Manjaha di sini tidak seperti yang kalian bayangkan, manjaha di sini adalah membaca kartu. Sebutlah marleng (main remi). Seperti orang orang Sparta jaman dulu, hanya orang orang kuatlah yang bertahan hidup. Sebagian mati, karena penyakit ringan. Saat dalam kandungan, tidak ada pengecekan rutin setiap minggu untuk ksatria ini. Tidak hanya karena kemiskinan, kesadaran akan pentingganya kesehatan yang rendah mempengaruhi seleksi alam tersebut. Fasilitas rumah sakit yang terbatas juga menyebabkan mereka tidak lahir di rumah sakit. Ya, hidup mereka tergantung dokter didikan alam (si baso). Bayi yang masih bertahan hidup itulah calon ksatria masa depan. Dan yang mati, biarlah mereka lebih santai di surga.

Para ksatria memasuki play group. Play group tempat ksatria berbeda dari apa yang ada di kota atau di luar negri sana. Mereka belajar dari alam, mereka berguru dari pengalaman sehari hari. Mereka takut jatuh setelah terjatuh. Itulah pelajaran di hari pertama ksatria. Mereka tidak di didik untuk menghitung 1 + 1, tetapi mereka mengetahui berapa jumlah ternak yang mereka. Ya, bereka belajar “mandiri”.

 

 

Pada tahap ini, ksatria telah lulus ply group tanpa sebuah ijasah dan bersiap masuk ke sekolah dasar. Ksatria sengajah di pilih guru terbaik negri ini. “terima kasih mendiknas, anda telah memberikan kami guru terbaik, mereka mengajarkami hanya sekali dalam 1 bulan”. Ujar ksatria. Hal positif dari kemalasan guru ksatria “ ksatria memiliki waktu bermain terbanyak di seluruh sekolah di dunia

Setelah pulang sekolah, ksatria membantu orang tua mereka. Ada yang membantu mengurus ternak, ada yang mengurus kebun, dan ada yang bertugas menjaga adik kecil mereka.

Pelajaran mereka hari ini “tanggung jawab, kerja keras, dan bermain”.

 

Rumah ksatria ke SLTP cukup jauh. Ada yang memili nge kost, ada juga yang memilih tetap pulang kerumah orang tua. Untuk pulang mereka harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer. Untunglah, 10 kilo meter masih ada bus. Dan hanya 10 kili meter di tempuh dengan jalan kaki. Perjalan menanjak seperti gambar di samping menjadi pengalaman sehari hari meraka. Sekarang, apakah anda percaya mereka memiliki otot yang kuat?

Bagi mereka yang memih nge kost, mereka membantu ibu kost mereka, dan sebagian bekerja di toko bangunan, sebut saja markenek. Jadi, tidak masalah dia nge kost atau pulang, otot mereka tidak berbeda. Lalu, apa pentingnya otot untuk ksatria? Toh merek tidak hidup untuk perang dengan senjata, mereka di persiapkan menggunakan otak. Saya berikan anda sedikit kalimat “bilangan imaginer jauh lebih banyak dari bilangan real”. Apa ada mengerti? Sudahlah, saya kasih yang lebih sederhana saja. “lebih banyak yang tidak terlihat dari yang terlihat” loh hubungannya apa?

Sekilas, otot yang mereka latih tidak memiliki hubungan dengan otak, itulah yang terlihat. Tetapi ada yang tidak bisa anda lihat, pada saat mereka melatih otot, mereka sedang sedang mendefinisikan apa itu hidup. Hudup itu keras, kerja keras adalah satu satunya untuk bertahan. Mereka sekarang mengingat kembali pelajaran mereka waktu SD. Jadi, dalam mata pelajaran “kerja keras” mereka telah di level II. Ke gunaan pelajaran kerja keras akan di jelaskan kemudian. Di sisi lain, saat mereka nge kost, mereka belajar optimasi. (optimasi adalah mata kuliah sarjana di jurusan matematika). Mereka harus melakukan optimisasi keuangan mereka selama tinggal di kost. Bagi mereka yang memilih pulang ke rumah, mereka belajar teori graff (teori graff merupakan mata kuliah sarjana di jurusan matematika juga). Teori graff mereka gunakan menentukan mana jalan terpendek untuk sampai rumah. Sama seperti pelajaran kerja keras, baik mereka pilih nge kost atau pulang ke rumah orang tua, mereka tetap memiliki dasar matematika yang bagus untuk selanjutnya di kembangkan di USU, di ITB, atau di MIT. Jadi, jangan heran bertemu kstatria yang kemampuan eksaknya bagus. Selain kerja keras jilid 2, dan dasar matematika, ksatria memiliki pelajaran terakhir di tahap ini. Yaitu mata pelajaran “cara beradaptasi”. “si dapot solup do na ro, di situ bumi di pijak di situ langit di junggung”, peribahasa ini tidak lah mengada ada. Ksatria sekolah di lingkungan orang lain, satu satunya pilihan adalah “beradaptasi”.

 

 

Ksatria sekarang memasuki SMA. Di sini mereka pelajaran mereka tidak berbeda dengan ketika duduk di SLTP, mereka hanya memperdalam pelajaran selumnya. Ups… saya lupa, foto di atas menggambarkan perjalanan mereka pulang ke rumah. Bus mewah seperti berkeliling di singapura. Ada lantai satu ada lantai dua. Apakah keselamatan penting? Penting sih, Cuma… mereka memiliki otot yang bagus, jatuh dari mobil itu terlalu menggangulah…

 

Inilah nilai rapot ksatria setelah lulus sma

  1. Mata pelajaran mandiri  (pay group, SD, SLTP, SMA)
  2. Mata pelajaran Kerja keras I (SD, SLTP, SMA)
  3. Mata pelajaran tanggung jawab (SD, SLTP, SMA)
  4. Mata pelajaran bermain (SD, SLTP, SMA)
  5. Mata pelajaran beradaptasi (SLTP, SMA)
  6. Mata pelajaran dasar matematika (SLTP, SMA)
  7. Kekuatan otot (SLTP,SMA)

Apa yang bisa kita lihat dari nilai rapot tersebut?

Mungkin mereka tidaklah sepintar lulusan sma di kota, tetapi melera memiliki dasar yang sangat bagus. Sekalipun melepaskan ksatria ke kandang harimau, mereka akan mampu bertahan hidup.

Apakah mereka akan sukses?

“BELUM TENTU”

Tanya kenapa?

Ya, ada satu pelajaran yang belum pernah di pelajari oleh kasatria ini. Mereka akan bermasalah ketika harus mengkomunikassikan sesuatu, mereka kesulitan menggungkapkan apa yang mereka inginkan. Sebagai contoh, mereka akan kesulitan ketika harus anda suruh menjelasan sesutu di depan umum. Pelajaran mereka selama ini, hanya bagaimana bertahan. Mereka tidak di ajarkan menyerang. Kata yang lebih tepat, mereka terbiasa untuk reaktif, belum terbiasa untuk proaktif. Itulah salah satu kesulitan mereka untuk mengubah dunia.

Kebiasaan itu berdapak pada tinggkat keberhasilan mereka. Di samping akses mereka terhadap informasi yang terbatas, kebiasaan rekatif mereka berdapak pada, kecil kemungkinan mereka akan mencari informasi. Mereka akan menunggu katalis sehingga bereaksi. (katalis sesuatu yang mendorong orang orang pasif). Mereka akan pasif. Itu kesulitan terbesar mereka.

 

Apa yang dapat memastikan kesuksesan untuk para Ksatria?

“KESEMPATAN”

Mereka terlalu tua untuk kembali belajar bagaimana menjadi proaktif. Solusi terbaik adalah memberikan kesepatan bagi mereka yang reaktif tersebut. Ya, mereka membutuhkan katalis, lalu mereka akan mengubah dunia. Menjadi katalis dapat di lakukan berbagai cara. Berikan mereka informasi tentang dunia perkuliahan, berikan mereka cara mendapat beasiswa, berikan mereka contoh perjuangan orang sukses. Hal kecil itu akan menyebabkan reaksi. Anda dapat menunggu goncangan akibat reaksi tersebut. Anda akan merasakan ledakan yang lebih besar dari ledakan di hirshima dan nagazaki, mkn sebesar ledakan gunung toba. Mereka akan mengubah dunia.

 

 

 

 

 

KSATRIA yang ter cinta,

Aku terlanjur mengenal mu

Aku tak pernah menyesal untuk itu

Dan tak ada kesempatan menyesalinya

 

Aku telah memilih mengenal mu

Kau tau,

Aku lebih memilih bersamamu

Dari pada menatap bandung dari  sejuknya lembang

Bersama gadis gadis

 

Pilihan ku tepat

Mengenalmu indah

“wonderful leih tepatnya..

 

Ksatria

Dengarlah

Kau tak harus memenangkan peperangan mu

Tapi berjanjilah akan mencobanya

 

Aku percaya sama mu,

Setauku, kau ksatria

Kau tidak belajar menadi pengecut

Aku tau kau akan mencoba

 

 

 

Terima kasih kepada membantu terbitnya tulisan ini!

  1. Keluarga besar IKANMAS [Ikatan Mahasiswa Asal Samosir]
  2. Samosir Berubah
  3. POMPARAN RAJA TURNIP
  4. Abang A. Saragih untuk fotonya
  5. SD Lumban Naganjang, atas kesempatannya mengenal ksatria muda
  6. SLTP dan SMA yang ada di samosir
  7. Dan semua yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

 

Big Power Comes With Big Responsiblity”  spiderman

and

“NO SACRIFICE NO VICTORY”TRANSFORMERS 

 

 

 

 

 

 

Salam hangat

Peri Turnip

Email : turnip_fbi@yahoo.com

Blog : http://www.turnipfbi.wordpress.com

Facebook : Peri Turnip

Batak vs Jawa; Yang menang indonesia

Surat cinta di ujung senja, wkwkwkwkwk

Batak vs Jawa

Yang menang indonesia

 

Entahlah, saya merasa ada yang berbeda dengan bulan September. Apakah saudara menduga itu bulan lahir saya? Dugaan saudara kurang tepat….

Bandung, September 2005, kurang lebih lima 6 tahun lalu, saya datang ke bandung untuk ke dua kalinya (setelah 2003) dari samosir. Membawa satu pertannyaan, “apakah saya bisa mencatatkan nama saya di Koran pikiran rakyat?” tentu bukan sebagai kriminal. Tetapi sebagai salah satu pemilik kursi di museum pendidikan negeri ini. Kenapa saya sebut museum, karena saya melihat pendidikan saat ini hanya bagian dari masa lalu.

“Supaya kampus ini menjadi tempat anak bangsa menimba ilmu, belajar tentang sains, seni, dan teknologi; Supaya kampus ini menjadi tempat bertanya, dan harus ada jawabnya; Supaya kehidupan kampus ini membentuk watak dan keperibadian; Supaya lulusannya bukan saja menjadi pelopor pembangunan, tetapi juga pelopor persatuan dan kesatuan bangsa.”

–PLAZA WIDYA NUSANTARA—

(tulisan ini masih ada di tengah salah satu museum pendidikan di tanah beta)

“apakah kampus masih tempat bertanya dan mencari jawaban?” atau kampus hanya bagian dari kompetisi merebut peringkat WCU (word class university)?

Kampus itu pernah tempat bertanya dan mencari jawaban, tapi itu dulu…

 

Singat cerita, nama saya pun tertulis di pikiran rakyat. ketika di museum pendidikan tersebut “aku bertanya” tetapi tidak mampu menemukan jawaban…

Tidak ada penyesalan, bahkan tidak ada waktu memikirkan sesuatu penyesalan”… lebih baik mencari jawaban atas seluruh pertanyaanku di pasar tradisional, di kebun, atau di kamar mandi. saya ingin menemukan jawaban dari beberapa pertannyaanku sewaktu di museum pendidikan negri ini.

Aku menemukan di salah satu pojok sari jadi, dan di lorong “pasar kembang” di bandung.

Bandung 7 september 2011, hari ini “Surya Paloh” keluar dari golkar. Kalau tidak salah. Intinya bukan surya paloh tetapi, saat 4 orang (Peri Turnip, Raja Simarmata, Jimmy Tamba, Hokky Situngkir) duduk menonton tv di sari jadi bandung. Bang Hokky Situngkir salah satu peneliti muda indonesia yang hebat memang beda, melihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda dari orang pada umumnya. Wajar saja, memang beliau sudah lama berkecipung di dunia penelitian.

Pada akhirnya, kami berempat coba berkomentar tentang surya paloh di tv, walau pendapat kami belum tentu benar. Setelah bosan mengkomentari politisi politis negri ini, topik pembicaraan bergeser kearah budaya.

***

Beberapa tahun lalu, sewaktu kuliah di USU (Universitas Samping Unpad). Pertanyaanku apa identitas samosir dan danau toba?

Ini juga menjadi pertanyaanku ketika merayakan Dies Natalis I IKATAN MAHASISWA ASAL SAMOSIR (IKANMAS) tahun lalu. Hari Ini 19 september 2011, umur IKANMAS tepat 2 tahun.

Juga pernah ku pertanyakan ketika, mengadakan try out dan penyuluhan di samosir, bersama “samosirberubah”

***

Beberapa yang masih ku ingat ketika berbincang dengan Bang Hokky Situngkir, ketika orang batak pakai batik apakah orang jawa merasa menang? Tidak yang menang Indonesia

Apa menariknya jual miniatur Borobudur di depan Borobudur, lebih menarik ketika miniatur Borobudur itu di jual di bandung,

Penting jual ornament batak kepada orang batak, lebih penting ketika itu di gunakan orang indonesia bahkan sampai orang luar negeri.

Ya, mestinya kita dapat mempengaruhi dunia… itu sangat mkn mengingat orang orang Sumatra yang senang merantau.

 

Senja dia Lorong Pasar kota kembang, bandung, 18 september 2011 sembari mendengar alunan music merdu perpaduan harmonis hujan bersama atap. Saya bersama tiga kawan saya (Helen Naibaho, Lamhot Naibaho, Swandi Naibaho) berhenti sejenak di salah satu lorong pasar tersebut.

 

 

 

 

Ups.. ini contoh menarik,,, samurai dari jepang, kujang dari tanah sunda. Itu sedikit berhubungan dengan yang kami bicarakan dengan bang hokky, masuk akal memang. Lebih jauh lagi, ini saya tidak berbicara menolak pengaruh jepang di Indonesia, dan lagi pula kalaupun kita ingin menolak belum tentu bisa. Ini berbicara budaya dapat menjadi bagian dari ekonomi. Penghasilan buat penjual maupun industrinya dan kepuasan bagi pembeli.

 

Menurut “Stars Wars”; tidak ada yang kebetulan…

Mengenai tidak ada yang kebetulan, kenapa semua terjadi di bulan September, lalu apakah yang terjadi September tahun depan, apakah itu bulan pernikahan saya, wkwkwkwk

Kenapa waktu kami ke pasar baru harus tanggal 18, 18 itu tanggal lahir saya, 18 itu nomor induk saya ketika kuliah di monumen pendidikan, 18 itu nomor yang saya gunakan seadanya saya di panggil YAMAHA bersama Jorge Lorenzo. 18 itu juga sedang di pakay “Young” yang lagi on fire dan mengalahkan Chelsea di tanggal 18 september.

 

Bagaiman dengan 18 september 2018???

 

Budaya dan ekonomi bukanlah suatu kebetulan, atau suatu nasib. Tetapi ada “sesuatu” (tanpa bermaksud mengkuti syahrini). Mungkin sesuatu tersebut adalah “kemauan dari orang orang untuk bertanya dan mencari jawaban, serta pertanyaan dan jawaban itu tidak boleh berakhir sebagai retorika atau sajak, tetapi harus sampai kepada keteladanan”

bersambung

Anda bisa hidup tanpa Matematia, tetapi akan lebih hidup dengan matematika (3)

Bagian 3
Kesalahan belajar Matematika.
Dari sekian banyak survey yang saya lakukan selalu memberika kesimpulan yang sama. Tidak sampai 15 % dari populasi yang menyukai matematika. Dan yang paling mengejudkan, untuk anak SMA yang mengambil jurusan IPS hampir tidak ada yang menyukai pelajaran tersebut. Pada hal, hampir di semua jurusan di perguruan tinggi akan berhadapan dengan matematika. Jadi, tidak perlu menunggu seseorang masuk kuliah, sejak SMA kita telah mengetahui bahwa seseorang tersebut kemungkinan akan megalami kesulitan di perguruan tinggi nantinya. Muncul pertanyaan, kenapa matematika tidak di sukai?
Di banyak tempat, matematika identik dengan rumus, atau lebih di kenal sebagai berhitung. Itulah kesalahannya. Banyak orang jadi lupa berpikir.
Fakta di lapangan. Mahasiswa banyak belajar berhitung, kemudian berpikir mau di kemanakan alat hitung tersebut. Konyol bukan? Kalau berbicara lebih umum, semestinya pendidikan menjawab permasalahan masyarakat. Dan jika di hubungkan dengan matematika, seharusnya kita kenali permassalahan yang ada dalam kehidupan sehari hari, lalu mencari matematikanya. Tidak seperti yang terjadi sekarang ini, kita hanya import rumus rumus, kemudian kebingungan mau menggunakanya kemana. Itulah kesalahan belajar matematika.

Kenapa banyak anak anak tidak menyukai matematika?
Seperti di jelaskan sebelumnya, banyak orang blajar matematika dengan cara yang salah, seperti tidak memperhatikan urutan “berpikir”, “berhiting”, dan “membahasakanya”. Di banyak sekolah yang ada di Indonesia, cendering mengidentikan matematika dengan berhitung. Itulah penyebab banyak anak anak tidak menyukai matematika. Bagaimana tidak, belum tau permasalahannya sudah di suguhi rumus rumus aneh…
Alasan kedua matematika tidak di sukai karena di ajarin oleh orang yang salah. Kalau tidak percaya, coba Tanya guru anda, apakah dia menyukai matematika juga? Apakah dia memahami matematika?.
Faktanya sedikit orang yang menyukai matematika, dan dari yang sedikit itu, hanya sedikit bangat yang jadi guru. Dan dari guru itu, sangat sangat sedikit yang jadi pengajar matematika. Belum lagi populasi yang harus belajar matematika sangat banyak. Jadi, menurut peluang, kemungkinan anda bertemu guru yang benar sangat sangat sedikit dan harus bersaing dengan orang yang sangat banyak. Dengan kata lain, sulit bagi anda bertemu guru matematika yang benar.
Alasan yang kedua inilah yang melatar belakangi buruknya matematika di Indonesia, yang membuat saya sangat tertantang. Kenapa tertantang?
Ada matematikawan bernama Paul Edward, dia selalu berkunjung ke Negara Negara di dunia, memberikan problem matematika yang dia miliki. Dia telah mengunjungi seluruh Negara di dunia, kecuali dua Negara. Dan salah satu dari dua Negara terrsebut, adalah INDONESIA. Alasan dia tidak mengunjungi dua Negara tersebut adalah tidak ada matematikawan di dua Negara terrsebut. Itulah yang membuat saya tertantang. Bagaimana dengan anda? Apakah di indonesia benar benar tidak ada matematikawannya?
“hanya ada dua kemungkinan seseorang tidak menyukai matematika, pertama : blajarnya salah, dan kedua: di ajarin orang yang salah”

Matematika tanpa IQ.
Saya memilih judul ini, supaya sedikit kontroversial, dan akhirnya anda tertarik membaca. Namun, pada dasarnya saya hendak mengatakan
“hubungan kepintaran dalam matematika dan IQ tidak signifikan, tetapi kepintaran dalam matematika bergangtung kepada ketahanan bekerja keras”
Penelitian menunjukan IQ orang barat lebih tinggi dari orang asia, khususnya china, korea, dan jepang. Tetapi orang china, jepang, dan korea selalu lebih pintar dalam matematika. Di teliti lebih jauh, hal ini di sebabkan, orang asia tersebut selalu lebih lama blajarnya. Jadi, sekalipun seseorang memiliki IQ yang pas pasan bisa hebat dalam matematika asalkan mau bekerja keras, bertahan menghadapi problem.

Memanjakan anak = pembodohan
Menurut teori evolusi Lamarck, orang tubuh yang sering di gunakan akan semakin berkembang, dan organ yang jarang di gunakan akan semakin menyusut. Lalu apa hubungannya dengan memanjakan anak?
Saat ini, kita sering menjumpai keluarga yang membuat semuanya serba ada. Fasilitas yang mewah, makanan serba ada, apapupun yang di minta anak akan selalu ada di buat oleh orang tua. Itulah yang saya namakan memanjakan anak. Memberikan keinginan anak, sekalipun itu bukan kebutuhannya. Saya tidak sedang menghalangi anda memberikan kasih sayang terhadap anak anda, saya hanya mengajak “memberikan kebutuhan anak, bukan keinginan anak”.
“stop menghancurkan masa depan anak Indonesia”
Memberikan keinginan anak membuat anak tersebut tidak banyak berpikir. Semua tinggal minta dan akan segera datang. Jika di hubungkan dengan teori evolusi, anak tersebut tidak perlu berpikir banyak, dan hasilnya otaknya tidak berkembang. Mudah mudahan tidak menyusut. Seperti teori evolusi.
Memanjakan anak membuat dia malas berpikir, (Melihat hal yang paling sasar dari matematika adalah “berpikir” seperti dalam bagian 1), tidak berpikir banyak berarti kemampuan matematikanya akan rendah. (karena matematika di gunakan dari TK sampai perguruan tinggi). Rendahnya kemampuan matematika akan menghabat anak bealar dari TK hingga perguruan tinggi. Itulah proses terjadinya pembodohan.
“memanjakan = pembodohan”.

Anda bisa hidup tanpa Matematia, tetapi akan lebih hidup dengan matematika (2)

Bagian 2

Matematika itu wonderful
Matematika suatu sosok siluman yang selalu bersama kita. Sejak TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah di hapir semua jurusan harus berhadapan dengan mahluk yang satu ini. Itulah betapa hebatnya sosok yang satu ini. Kenapa saya sebut siluman, karena matematika selalu muncul dalam wujud yang berbeda beda.
Apakah anda ahli hukum? Jika ya, semestinya anda terbiasa dengan kalimat logika, itulah wujud matematika di hadapan anda.
Apakah anda seorang dokter? Jika ya, seharusnya anda tau bagaimana menentukan dosis yang cocok buat pasien.
Apakah anda seorang pemimpin/manajer? jika Ya, tentunya optimisasi makanan sehari hari bagi anda.
Apakah anda seorang engineering? Saya tidak perlu menjelaskan, sudah barang tentu berhadapan dengan siluman tersebut.
Apkah anda pemilik warung? Jika ya, anda juga bermain dengan program linear.
Jadi, siapapun anda? Apapun yang anda lakukan? Anda akan lebih hidup dengan matematika. Itulah hal yang wonderful dari matematika. Sepakat?

Jika seperti itu, ijinkan saya menarik kesimpulan: “matematika bukan pilihan, melainkan suatu ke harusan”
Dan kalaupun anda terlanjur membencinya, setidaknya anak anak anda harus lebih baik…

Bagaiman belajar matematika.
Sedikit review tentang tulisan pertama saya, untuk belajar matematika atau mengajarkan matematika, anda sebaiknya mengenalnya terlebih dahulu.
Saya matematika, dan saya indentik dengan “berpikir”, “berhitung”, dan “bahasa”. Senang berkenalan dengan anda, salam kenal ya… nice to meet you…
Apakah anda sudah mengenalnya?

Lalu bagaimana dengan belajar matematika?
Gambang.. seperti apa dia memperkenalkan diri, seperti itulah mempelajarinya. Anda harus berpikir, kemudian mencari alat hitingnya, dan membahasakannya sehingga siapapun yang baca, dimana pun yang baca, akan memiliki pengertian yang sama.
Lalu apakah urutanya boleh di tukar? Berhitung dulu, baru berpikir… TIDAK..
Anda harus melakukan sesuai urutannya, berpikir, berhitung, lalu membahasakannya. Jika urutannya di tukar, sama aja dengan cerita berikut…
Anda menghidupkan computer dulu, kemudian menghubungkannya ke listrik. Sampai kapan pun computer itu tidak akan hidup. Anda harus menhubungkan ke listrik baru menghidup kanya. Jadi jangan pernah memolak balik urutan..
Contoh lainya, anda pakai celana panjang, baru pakai celana dalam. Bisa anda bayangkan?

Menukar uruan sering di lakukan, dan itulah yang membuat banyak orang tidak menyukai matematika. Akan di bahas dalam tulisan berikutnya

Lalu bagaiman mengajarkan matematika?
“anda bisa mengajarkan matematika, sekalipun anda tidak bisa matematika”
Unik bukan? Ya, itulah matematika.
Saya mau sedikit bercerita, guru matematika terbesar saya, hanyalah tamat SD, itu ayah saya. Apa yang beliau lakukan? Ya, dia membiasakan saya berpikir sejak kecil. Dia tidak pernah tau, rumus yang rumit, atau aplikasi yang besar dari matematika. Beliau hanya tau “berpikir, dan bertindak”. Ayah saya selalu membuat saya tidak dalam nyaman, jam bermain bersama teman hampir tidak ada. Itulah cara beliau membuat saya selalu berpikir, bagaimana cara lari supaya bermain. Beliau juga pelit, itulah cara beliau memaksa saya berpikir maksimalkan uang yang sedikit. Dan ketika saya kuliah, uang bulanan saya sangat terbatas. Kalau saya menyebutkan, sya yakin anda tidak pernah yakin. Tetapi itulah carra beliau memaksa saya berpikir mencari tambahan. Ya, dia tidak bisa matematika. Dia hanya memaksa saya berpikir. Itulah cara mengajaran matematika tanpa mengetahuinya. Anda mau coba?

Sederhananya, jika anda tidak bisa matematika, ajak atau sesekali paksa anda berpikir, dia akan mencari sendiri alat hitungnya.
Jika anda bisa matematika, itu bagus… anda hanya perlu memperhatikan urutanya, berpikir, berhitung, dan membahasakannya… jangan sekali sekali melanggar urutannya. Itu berbahaya 

Bersambung.

Anda bisa hidup tanpa matematika, tetapi akan lebih hidup dengan matematika!

Pengantar
Saya tidak sedang kampanye, sehinga anda akan mengambil jurasan matematika. Jika anda berpikir seperti itu, berhentilah membaca. “jangan sampai anda kecewa”
Saya ingin juga mangatakan, bahwa banyak orang yang kuliah di jurusan matematika karena tidak masuk jurusan yang lain, dan banyak yg jurusannya bukan matematika, tetapi mencintai matematika. Anda tau mencintai kan?
Kalau anda tidak percaya, Tanya saja teman anda yang ambil jurusan matematika “akan banyak yang bilang salah jurusan, dan sangat benci dengan aljabar”, kalaupun tidak banyak, setidaknya ada….
Mengenai orang yang bukan jurusan matematika yang mencintai matematika juga banyak, salah satu yang paling terkenal Pierre de fermat, orang prancis yang satu ini, dulunya ahli di bidang hokum, tetapi pada akhirnya mencintai matematika. Dalam matematika, dia punya karya besar, diantarnya fermat the last theorem. Teorema tersebut sampai sampai melibatkan ratusan matematikawan dunia untuk memecahkan, tidak berhasil memecahkan toerema tersebut justru melahirkan banyak penemuan baru. Teorema tersebut baru di pecahkan setelah ratursan tahun kemudian. Itulah contoh orang yang tidak kuliah di matematika dan mencintai matematika….

Jadi, siapapun anda? Apapun yang anda lakukan sekarang? Anda akan lebih hidup dengan matematika….

“Kenal maka sayang”
Saya percaya bahwa kalimat sederhana tersebut, berlaku juga buat anda…. Jadi sebelum anda mencintai matematika, saya akan memperkenalkan matematika special untuk anda…

PENGERTIAN MATEMATIKA
Matematika itu sesuatu yang berhubungan dengan rumus, ada cacing cacingnya, dan tentunya khusus buat anda yang memiliki IQ tinggi….
Itulah pengertian matematika yang SESAT,
Lalu, apa matematika yang setengah sesat? Berikut saya jelaskan…
Kenapa saya sebut setengah sesat, itu karena “matematika yang benar, anda sendirilah yang harus mendefinisikan buat anda. Oke?
Matematika itu “berpikir”,
Ceritanya gini :
(oia, kenapa saya sebut cerita, itu supaya anda tidak bisa membantah, karena cerita itu selalu benar, dan terserah saya membuat endingnya seperti apa)
Percayalah, setiap kali anda pergi kemana pun, pertimbangan anda selalu “mana yang paling cepat? Paling dekat? Paling murah? paling aman?. Sulit rasanya anda akan bilang, saya dari Jakarta mau kebandung, tetapi lewat medan dulu ah… atau saya mau sekolah, karena saya kaya, saya akan cari biaya paling mahal. Atau saya mau cari transportasi yang paling memungkinkan untuk mati.
Seperiti itulah matematika, anda harus banyak berpikir…

Matematika itu “alat hitung”
Sedikit berhubungan dengan matematika itu berpikir, pertanyaan mana yang paling menguntungkan, paling murah, dan sebagainya membuat anda harus menghitung. Dan percayalah semua bisa di hitung, meskipun setelah di hitung haslinya takterhingga, atau tak terdefinisi… aneh ya.. wkwkwk

Matematika itu “bahasa”
Saya sering bercerita begini : anda tau kampungkan? Coba Tanya, kira kira mereka bisa bahasa inggris nga? Jawabannya belum tentu.. tetapi coba Tanya, 1 +1 sya yakin kalau kakinya masih menginjak tanah, mereka pasti bisa jwab… itu menjelaskan bawha matematika lebih universal dari bahasa internasional sekalipun… dan kemanapun anda pergi matematika selalu berlaku universal.
Kecuali matematika yang sesat sebagai berikut…
Missal ada pisang yang harus di bagi dua oleh kaka –adik, lalu kakanya membuka kulitnya , lalu member kulitnya kepada adik, dan memakan isi pisanyanya seraya berkata, membagi dua kan nga harus sama, jadi saya isinya, kamu kulitnya… itulah sesat…

Matematika itu berpikir, alat hitung, bahasa akan di jelaskan dalam berbagai contoh kemudian….

Bagaimana sekarang, apakah anda sudah kenal dengan matematika yang hampir sesat?

Jadi, apakah anda mulai menyukai matematika?

Kalau dosen ku bilang, menentukan pasangan hidup juga pakai matematika, mana orang yang mempunya potensi untuk kaya? Tanpan? Dll,

Bersambung…

Aku tetap menyayangimu

Aku tetap menyayangimu

Sebagain dari kawan kawan mungkin udah pernah dengar ini, dan mkn sebagian belum….
Ini bukan nasehat kawan, karna sungguh… aku belumlah pantas menjadi penasehat mu…
Terimalah ini hanya sebagai cerita, dimana tak seaorang pun dapat membantah
Karna ending dari ceritaku, akulah yang menentukan…. Ini mutlak kawan.. oke?

Hey bung, tiap asap dari rokok mu itu.. itu keringat ku dak…
Dan tiap libstik, parpum itu juga darah ku
Tiap kertas yang kau jadikan layang layang itu adalah kulitku…
Dan tiap tinta pulpenmu juga dari sum sum ku….
Anak ku, tak usahlah kau banyak cakap….
Aku lebih mengenal mu, daripada kau mengenal dirimu

Dan benar saja…
Kau hanya seolah olah anak bupati
Bajumu di kosan pun, ada yang nyuci
Piringmu ada yang bersihkan
Sudahlah,, belum lagi kau tak dapat menunggu bulanan yang terlambat

Tapi tak apalah…
Memang benar….
Kasih ku yang berlebih membuat mu begini

Dan bila nanti kau sadari
Betapa aku yang selalu mengkhawatirkan mu
Kau harus janji, melakukannya untuk cucuku

Dan kalau ayah boleh punya dua permintaan,
Bacalah tulisan ini,, sebelum ku sebut yang ke dua

Samosir ini, itu tetap kampung mu… jadilah harus kau pedulikan…
Lihatlah, dari dulu sampai sekarang…. Cara bertani, cara berdangang, cara membangun pariwisata… semua massih sama… tidak ada yang berubah… smua pakai cara cara yang sama gobloknya dengan sebelum ada internet… hhh coba banyakanlah… dari dulu sudah menanam kopi, dan bahkan kopi yang dulu kutanam sudah 5 kali lebih tinggi dari ku… tp belum ada pabrik kopi sekalipun…

Kau tau kenapa nak,,,
Sial kalilah, aku menyekolah kanmu,, kalau kau nga tau…..
Tp kalau belum tau,,, biar ku beri tahu kau,, supaya jangan makin sial

Itu karana, semua yang pintar tidak ada yang pulang nak, semua merantau…
Kalau kau tidak percaya,, pergilah kau ke semua institusi yang ada di Indonesia ini,,, kau akan termukan orang orang pintar dari samosir… tidak hanya professor, ahli teologi juga banyak

Aku tak mengajarkan mu ke darahan,,,
Dimanapun kau membangun negeri mu ini, itu sudahlah bagus
Akan tetapi,,
Samosir kelak menunggu mu

Jadi permintaan ku yang dua itu, berjanjilah menepati
Pertama, kau harus menyayangi cucuku lebih dari ku
Kedua, kau harus pedulu dengan kampungmu melebihi ku

Dan jika salah satu dari itu kau tak lakukan….
Aku akan tetap menyayangimu…

Cerita di kutip dari fajar baru indonesia

Freedom

Sepeti dalam status saya sebelumnya, “Setelah kenal yang namanya 17 an, hari ini akan jadi 17an ke 2 tidak ikut upacara… sedih ya…. jadi saya sedang mikir (jangan bilang emang punya pikiran ya)… gmn caranya 17an ini jd sangat special.. ada yang punya pendapat?”. Kemudian saya punya jawaban, setidaknya nulis sesuatu dalam 17an kali ini….

Apa itu “Merdeka”? kapan suatu Negara di katakana merdeka? Apa instrument untuk mengukur kemerdekaan itu? Belum lagi kita berbicara tentang “manusia merdeka”? intinya lebih baik “mangombak (mencangkul) ajalah, di banding gurusin “merdeka”.

Tapi, berhubung sudah sempat nulis “freedom”, tidak elok rasanya berhenti disini,, jadilah di lanjut….

Sampai detik ini, Indonesia memang tidak bisa lepas dari masalah kemiskinan, pengangguran, dan jutaan persoalan lainnya. Yang mungkin hanya “Aburizal bakri, Surya Paloh, Harta rajasa, Megawati, Prabowo, Ani …. atau calon persiden 2014 lainnya yang punya solusi… dan bisa saja mereka hanya coba coba menyelesaikan.. tp yang pasti mereka telah mencoba…. Lalu, apakah karena masalah tersebut, kita ujuk ujuk ikutan bilang “Indonesia blum merdeka seutuhnya”.. oh tidak bisa…

Coba kita lihat seperti AS, china, jepang, dan lainnya…. Sekilas bisa kita katakana mereka jauh lebih maju dari kita… lalu, apakah kita langsung bilang merekalah contoh Negara merdeka? Enak ajah…. Mereka juga dalam situasi yang sama seperti kita, hanya saja masalahnya berbeda dengan kita… apakah anda tau, berapa anggaran mereka untuk militer? Besar kawan… Cuma memang, mereka mengurus masalah militer, kita masih mengurus isi perut, hahahha

Tapi, kalau itu masih terlalu berat untuk di cernah, beta kassih dah,, yang ringan abis

Ceritanya gini….
Beberapa bulan lalu, saya lulus bersama dengan kawan kawan SEPERJUANGAN dan SEPENANGGUNGAN, halahhh, dari salah satu PTN di negeri tercinta ini.. lalu kondisinya sekarang: beberapa dari teman saya, udah punya gaji tinggi, tentunya mereka berangkat pagi2 bangat, dan pulang lumayan malam, di tambar macetnya jalan,, sementara saya: gaji saya, apalah… Cuma, sya masih bisa bangun jam 12 siang,,, dan jam 5 sore udah di rumah lagi… santai kan… sekilah sya merdeka abis kan… bisa kemana pun… tpi apa seenak itu… ternyata tidak….. sya tidak merdeka dalam hal membelanjakan uang…. Benar nga….? Lalu, kawan kawan sy yang punya gaji tinggi… sekedar belanja bisalah ya… hanya apakah berangkat pagi, pulang malam, +macet itu merdeka???

Intinya, sya bukan sedang membandingkan…. Sya mau bilang merdeka itu,,, ada dalam pikiran kita kawan… bisa jadi,, Indonesia dan AS sama sama sama merdeka… saya dan teman saya sama sama merdeka,, dan bisa jadi semuanya tidak ada yang merdeka… tergantung perspektif kita tentunya.. enjoy ajhhhh

Salam hangat
Peri Turnip
Dirgahayu INDONESIAKU…