“Dimana tiang bendera kita?” sepertinya perlu kita pertanyakan detik ini juga. Kasus intoleransi antar umat berama tampaknya menjadi symbol bahwa kita terlalu banyak membawa bendera masing masing. Kita terlalu mengutamakan bendera yang kita bawa, dan melupakan tiang benderanya.

Membawa bendera masing masing tentu tidak salah, tetapi semestinya masih dalam koridor ke-universal-an. Yang di maksud bendera di sini adalah kepentingan pribadi atau sekelompok orang, sementara universal yang di maksud seperti nilai nilai kemanusiaan, toleransi, saling menghargai, dan lain lain.

Tiang bendera tidak mewakili warna atau bendera tertentu, tetapi dapat di padankan dengan bendera apapun. Jadi tiang bendera merupakan symbol nilai universal. Ini yang kita lupakan.

Contoh sederhana kita terlalu sibuk dengan mayoritas dan minoritas, dan melupakan sama sama manusia. Sibuk dalam urusan jawa dan non jawa, tetapi lupa sama sama Indonesia. Sibuk dalam urusan Jakarta dengan jokowi-ahoknya, tetapi melupakan urusan puluhan propinsi lain.

Sepertinya mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi hanyalah sebuah teori, pada kenyataannya selalu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama. Pada kali ini yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana supaya mengutamakan kepentingan pribadi itu tidak menyalahi kepentingan bersama.

-“The difference between genius and stupidity is; genius has its limits.” Albert Einstein

Kasus kasus pelupaan atas tiang bendera ini tidak terjadi hanya dalam skala besar, tetapi menyentuh hingga akar rumput. Missal kita kilhat organisasi oranganisai kemahasiswaan. Kita akan sering bertemu dengan kasus “saya kan nga di ajak”, pertanyaannya apakah anda anak presiden atau berdarah biru yang harus di prioritas pertama?. Ataukah anda orang yang sekarat dalam ambulan sehingga harus dapat pertolongan bersama. “saya kan nga di ajak” symbol inilah pertanda membawa bendera masing masing. Tetapi lupa bahwa seharusnya kesadaran yang di jadikan tiang bendera dalam berpikir. Ini yang sering terlupakan.

Jadi, mengutamakan tiang bendera daripada bendera mungkin hanyalah teori, silahkan saja membawa bendera tetapi jangan sampai merusak tiang bendera bersama, ketika ada yang melewati batas itu. Itu tak lebih dari idiot seperti kata Einstein. Think globally, act locally

Iklan