“Save Lake Toba for Next Generation”

Air merupakan kebutuhan pokok yang sangat di butuhkan manusia seperti; untuk di minum, memasak, mencuci, pertanian, dan sebagainya. Namun, tidak jarang banyak yang kekurangan air bersih akibat ulah manusia itu sendiri. Lalu bagaimana dengan danau toba?

Pada musim hujan, penduduk sekitar danau toba menggunakan air danau toba sebagai air munum, memasak, mencuci, dan sebagian lagi untuk pertanian. Ketika musim kemarau, banyak penduduk dari desa desa yang jauh dari pinggir pantai tergantung kepada air danau toba. Melihat dari google map dan data bandan pusat statistic (bps). Ada 5 kabupaten yang menggunakan air danau toba. Mengambil contoh kabupaten samosir, ada 8 kecamatan yang berbatasan dengan danau toba. Melihat pola penyebaran penduduk, kecamatan panguuran, simanindo, nainggolan, dst yang berada di tepat di pinggir danau toba. Dengan kata lain dari 82.000 penduduk samosir lebih dari 50% tergantuk kepada air danau toba. Apakah kita tidak tergantung kepada danau toba?. Selain kebutuhan akan airnya, ada banyak nelayan yang hidup dari danau toba. Belum lagi setelah Megawati menabur benih ikan pora pora, yang banyak penduduk meberikan nama ikan mega. Hadirnya ikan mega tersebut membuka home industry di sekitar danau toba.  Danau toba itu adalah sumber kehidupan.

lanjutannya di BLOG ku sebelah ya
http://fajarbaruindonesia.wordpress.com/2012/09/26/hey-you-danau-toba-darurat-bung/

Iklan