Surat cinta di ujung senja, wkwkwkwkwk

Batak vs Jawa

Yang menang indonesia

 

Entahlah, saya merasa ada yang berbeda dengan bulan September. Apakah saudara menduga itu bulan lahir saya? Dugaan saudara kurang tepat….

Bandung, September 2005, kurang lebih lima 6 tahun lalu, saya datang ke bandung untuk ke dua kalinya (setelah 2003) dari samosir. Membawa satu pertannyaan, “apakah saya bisa mencatatkan nama saya di Koran pikiran rakyat?” tentu bukan sebagai kriminal. Tetapi sebagai salah satu pemilik kursi di museum pendidikan negeri ini. Kenapa saya sebut museum, karena saya melihat pendidikan saat ini hanya bagian dari masa lalu.

“Supaya kampus ini menjadi tempat anak bangsa menimba ilmu, belajar tentang sains, seni, dan teknologi; Supaya kampus ini menjadi tempat bertanya, dan harus ada jawabnya; Supaya kehidupan kampus ini membentuk watak dan keperibadian; Supaya lulusannya bukan saja menjadi pelopor pembangunan, tetapi juga pelopor persatuan dan kesatuan bangsa.”

–PLAZA WIDYA NUSANTARA—

(tulisan ini masih ada di tengah salah satu museum pendidikan di tanah beta)

“apakah kampus masih tempat bertanya dan mencari jawaban?” atau kampus hanya bagian dari kompetisi merebut peringkat WCU (word class university)?

Kampus itu pernah tempat bertanya dan mencari jawaban, tapi itu dulu…

 

Singat cerita, nama saya pun tertulis di pikiran rakyat. ketika di museum pendidikan tersebut “aku bertanya” tetapi tidak mampu menemukan jawaban…

Tidak ada penyesalan, bahkan tidak ada waktu memikirkan sesuatu penyesalan”… lebih baik mencari jawaban atas seluruh pertanyaanku di pasar tradisional, di kebun, atau di kamar mandi. saya ingin menemukan jawaban dari beberapa pertannyaanku sewaktu di museum pendidikan negri ini.

Aku menemukan di salah satu pojok sari jadi, dan di lorong “pasar kembang” di bandung.

Bandung 7 september 2011, hari ini “Surya Paloh” keluar dari golkar. Kalau tidak salah. Intinya bukan surya paloh tetapi, saat 4 orang (Peri Turnip, Raja Simarmata, Jimmy Tamba, Hokky Situngkir) duduk menonton tv di sari jadi bandung. Bang Hokky Situngkir salah satu peneliti muda indonesia yang hebat memang beda, melihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda dari orang pada umumnya. Wajar saja, memang beliau sudah lama berkecipung di dunia penelitian.

Pada akhirnya, kami berempat coba berkomentar tentang surya paloh di tv, walau pendapat kami belum tentu benar. Setelah bosan mengkomentari politisi politis negri ini, topik pembicaraan bergeser kearah budaya.

***

Beberapa tahun lalu, sewaktu kuliah di USU (Universitas Samping Unpad). Pertanyaanku apa identitas samosir dan danau toba?

Ini juga menjadi pertanyaanku ketika merayakan Dies Natalis I IKATAN MAHASISWA ASAL SAMOSIR (IKANMAS) tahun lalu. Hari Ini 19 september 2011, umur IKANMAS tepat 2 tahun.

Juga pernah ku pertanyakan ketika, mengadakan try out dan penyuluhan di samosir, bersama “samosirberubah”

***

Beberapa yang masih ku ingat ketika berbincang dengan Bang Hokky Situngkir, ketika orang batak pakai batik apakah orang jawa merasa menang? Tidak yang menang Indonesia

Apa menariknya jual miniatur Borobudur di depan Borobudur, lebih menarik ketika miniatur Borobudur itu di jual di bandung,

Penting jual ornament batak kepada orang batak, lebih penting ketika itu di gunakan orang indonesia bahkan sampai orang luar negeri.

Ya, mestinya kita dapat mempengaruhi dunia… itu sangat mkn mengingat orang orang Sumatra yang senang merantau.

 

Senja dia Lorong Pasar kota kembang, bandung, 18 september 2011 sembari mendengar alunan music merdu perpaduan harmonis hujan bersama atap. Saya bersama tiga kawan saya (Helen Naibaho, Lamhot Naibaho, Swandi Naibaho) berhenti sejenak di salah satu lorong pasar tersebut.

 

 

 

 

Ups.. ini contoh menarik,,, samurai dari jepang, kujang dari tanah sunda. Itu sedikit berhubungan dengan yang kami bicarakan dengan bang hokky, masuk akal memang. Lebih jauh lagi, ini saya tidak berbicara menolak pengaruh jepang di Indonesia, dan lagi pula kalaupun kita ingin menolak belum tentu bisa. Ini berbicara budaya dapat menjadi bagian dari ekonomi. Penghasilan buat penjual maupun industrinya dan kepuasan bagi pembeli.

 

Menurut “Stars Wars”; tidak ada yang kebetulan…

Mengenai tidak ada yang kebetulan, kenapa semua terjadi di bulan September, lalu apakah yang terjadi September tahun depan, apakah itu bulan pernikahan saya, wkwkwkwk

Kenapa waktu kami ke pasar baru harus tanggal 18, 18 itu tanggal lahir saya, 18 itu nomor induk saya ketika kuliah di monumen pendidikan, 18 itu nomor yang saya gunakan seadanya saya di panggil YAMAHA bersama Jorge Lorenzo. 18 itu juga sedang di pakay “Young” yang lagi on fire dan mengalahkan Chelsea di tanggal 18 september.

 

Bagaiman dengan 18 september 2018???

 

Budaya dan ekonomi bukanlah suatu kebetulan, atau suatu nasib. Tetapi ada “sesuatu” (tanpa bermaksud mengkuti syahrini). Mungkin sesuatu tersebut adalah “kemauan dari orang orang untuk bertanya dan mencari jawaban, serta pertanyaan dan jawaban itu tidak boleh berakhir sebagai retorika atau sajak, tetapi harus sampai kepada keteladanan”

bersambung

Iklan