22 TAHUN ITU SINGKAT
Sabtu 18 juli 1987 adalah hari dan tanggal lagir saya, sekarang sabtu 18 juli 2009 artinya umurku 22 tahun. 22 tahun memang bukan waktu yang singkat, tp melihat apa yang telah saya lakukan 22 sangat lah singkat. Di umur 22 tahun ini saya hanya dapat menuliskan deretan kegagalan, anggap saja pembenaran jika aku berkata, kegagalan adalah awal dari keberhasilan, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, atau bahkan banyaknya kegagalan sebanding dengan keberhasilan, semakin banyak gagal semakin banyak peluang untuk berhasil, bahkan lampu ditemukan setelah mengalami kegagalan 2000 kali. Di balik semua pembenaran yang telah kutulis, saya harap anda sepakat bahwa gagal itu lebih baik dari pada tidak mencoba sama sekali.
Terlalu banyaknya kegagalan yang telah kulakukan mungkin membuatku lupa apa saja kegagalan yang telah ku buat, (mungkin anda dapat mengingatkan ku). Berikut ini saya hanya menuliskan apa saja yang terlintas di pikiran ku. Di sebagian orang yang mengenal ku mungkin tidak akan percaya bahwa cita cita saya adalah dokter. Dokter, sangat jauh dari apa yang saya lakukan sekarang. Dimana sekarang saya mempelajari bahasa ilmu pengetahuan, mengembangkan pola pikir, dan berhitung. Ketiga hal itu mempunyai panggilan yang pernah di dengar semua orang yaitu matematika. Setelah belajar matematika saya tidak pernah menyesal, saya tidak berandai andai untuk masuk sekolah kedokteran. Saya senang di sini, saya merasa tertantang, karena matematika itu tidak terbatas dan yang pasti matematika itu indah. Memang saya tidak bisa menghindar bahwa saya masuk matematika karena gagal masuk kedokteran. Tetapi saya semakin sadar menjadi dokter itu hanya keinginan saya. Sementara menjadi besar tidak mungkin di capai dalam keinginan, besar hanya dapat di capai dalam tantangan dan pengorbanan besar.
Di matematika itu sendiri saya bukan tanpa masalah. Mungkin masalah yang terbesar dari saya adalah saya kurang mandiri. Beberapa kali saya tidak fokus belajar matematika karena ingin belajar keterampilan di luar matematika, seperti fokus mengajar, belajar pemrograman dan mempelajari di luar akademis. Seperti dugaan sebagian orang, hasilnya kurang maksimal. Tetapi tidak masalah, meski semua itu hanya sekedar pengetahuan dan bukan pemahaman saya yakin sangat penting di waktu dan tempat yang akan datang.
Sebagai orang yang mengaku pernah mengajar sebagaimana saya katakan sebelumnya, saya pikir perlu sedikit bercerita apa yang terjadi waktu saya mengajar. Orang orang yang pernah di ajar oleh orang gagal seperti saya cukup bayak, hampir seratus orang. Dan sebagai bukti kegagalan saya, saya tidak tau dimana mereka sekarang. (maaf kan saya). Beberapa catatan saya memberikan kesimpulan yang tidak baik. Saya tidak berharap ini terjadi. Kebetulan orang yang saya ajari tersebut adalah anak anak sma. Kesimpulan yang saya peroleh diantaranya, mereka cenderung tidak ingin belajar bayak (terkait matematika yang saya aja, kalau pelajaran yang lain… saya kurang tau), mereka belajar dengan saya hanya karena orang tua mereka. Dan saya cukup trauma mengajar anak anak sma. Kesimpulan lain, mereka terlalu benci dengan matematika. Saya hanya berharap bahwa, semoga mereka seperti itu hanya karena di ajar oleh saya , artinya menjadi permasalahan berbeda ketika mereka belajar sama orang lain. Dan kalau mereka benar benar tidak menyukai matematika, ini peringatan bagi guru kita. Seperti yang kita tau, UN merupakan salah satu standar nasional, lalu apakah ada standar bagi pengajar kita? Bagaimana orang yang tidak punya standar dapat mengajari orang melewati standar?
Selain itu, saya mempunyai kegagalan dalam internal yaitu belum berhasil menghilangkan keras kepala, tempramental, pemalas, kurang fokus, dan kurang percaya diri. Kelima masalah ini seringkali menjadi hambatan saya dalam berelasi, berkegiatan, belajar dan yang lainnya.
Apa yang akan saya lakukan kedepan saya pikir sangat berliku, yang belum terbayang apa saja yang akan saya lakukan. Tetapi saya masih memiliki keyakinan bahwa, segala pendidikan yang saya tempu hingga saat ini akan membawa kebaikan bagi orang lain. Sampai saat menulis tulisan ini, saya masih tertarik di dalam pendidikan dan matematika. Dan saya berharap, idealime tidak identik dengan kemiskinan. Ayo idealis dan kaya.
Beberapa bulan yang lalu, saya bertemu seorang sahabat yang sangat cuek. Sikap acuh tak acuhnya membuatku memberi penghargaan kepadanya yaitu dia salah satu guru agi ku. (tak usa saya sebut namanya, dia tidak suka itu). Saya tanya, kenapa kamu tidak pake marga? Jawab dia, saya malu (jijik) liat orang yang mengaku orang batak, tp tidak mau peduli dengan kampung sana. Saya sedikit tertantang, saya di banyak tempat biasanya di panggil Turnip termasuk di kampus ini (turnip itu marga ku.. yang artinya saya selalu memperkenalkan bahwa saya ini orang batak), lalu apakah saya peduli dengan bonapasogit? Tentu saya tidak bisa jawab sekarang, dan sebaiknya saya tidak menjawab itu. Karena saya hanya melakukan, dan orang lain lah yang menilai apakah saya orang yang peduli atau tidak. Terlepas dari itu, saya tertarik belajar sejarah batak, karena peradaban yang maju adalah peradaban yang belajar dari sejarahnya. Jadi, saya berharap ada yang bersedia bertukar pendapat tentang sejarah batak.
Sebagai orang yang pernah membaca apa itu pemimimpin, saya sering berkata bahwa pemmimpin itu orang yang dapat mendesain sebuah kesempatan dan mengahirinya dengan keberhasilan. Begitu juga dengan apa yang akan saya lakukan, di tiap tempat dan waktu saya akan mencoba mendesain sebuah kesempatan dan mengakhirinya dengan keberhasilan. Saya berharap orang lain mengerti bahwa sudah menjadi sikap anak muda mempunyai harapan dan cita cita yang begitu luas. Karena setelah tua kelak lah, saya akan mulai pesimis, di saat tanggung jawab besar, dan ketika saya tidak punya tenaga dan waktu untuk berpetualang.
Sebagai orang yang pernah membaca apa itu hidup, saya sering mendengar, hidup itu adalah perjuangan, hidup itu masalah, hidup itu permainan. Apa pun itu arti hidup, saya memcatat bahwa hidup itu sebuah konsistensi. Artinya kita tidak dapat berjuang lalu berhenti, kita bermain lalu berhenti, dan sebagainya. Hidup itu sebuah konsistensi dimana proses pergerakan, perubahan, dan perkembangan harus jelas keberlangsugannya.
Ada waktu dan keadaan yang membuat cita cita saya adalah dokter, di waktu dan keadaan lain cita cita saya adalah guru, dosen, peneliti, penulis. Saya menduga bahwa apa yang kita cita citakan adalah fungsi dari waktu dan keadaan.
Mungkin:
“Hanya ketidakpastian itu sendirilah yang dapat dikatakan pasti”
Semakin aku mencoba berpikir kepastian dimasa depan semakin tidak pasti apa yang ada di masa depan. Sah sah saja jika anda berpikir bahwa ini gambaran pasrah dan sama sekali tidak menunjukan jiwa petarung. Tetapi jauh dari itu, di waktu yang lalu saya tidak pernah tau dimana saya sekarang, dan di waktu yang akan datang menjadi hal di luar pengetahuan saya saat ini. Jika mencoba memprediksi satu keyakinan bahwa masa depan merupakan satu tantangan dan hebat. Dasar prediksi nya adalah saya punya kecepatan, dimana sekarang saya jauh lebih baik dari waktu sebelumnya. Kejadian ini di harapkan sebuah kensiten.
“Sautma ho jolma na olo si ajaran, jala naolo mangajari” (*)
(Jadilah manusia yang mau di ajar, dan bersedia menjadi pendidik)
Begitulah suatu doa yang di panjatkan bagiku di saat aku tidak mengerti apa itu hidup, di saat tulang ini belum kokoh membawaku menjalani hidup, di saat aku slalu berada dalam pelukan kasih sayang sang bunda, di saat saya hanga mengetahui menangis dan menangis, di saat ibuku sangat khawatir akan kondisiku, di saat hidupku hanya bergantung pada kasih ibu. (*) memberikan makna dalam bagiku, di mana aku tidak di doakan menjadi kaya, tidak di doakan menjadi pintar, tidak di doakan menjadi pemimpin, di sana di doakan saya akan menjalani proses belajar, dan tidak di batasi mempelajari apa pun, dan dengan rendah hati akan bersedia membawa berkat bagi orang lain, dan bersedia hiduplah untuk orang lain.
Akhir kata, sekarang umur ku 22 tahun… semoga saya melakukan lebih dari ini di waktu yang akan datang……
Saya tutup dengan salah satu tulisan ku yang bermakna “Be true yourself and follow your heart”
Ada yang bahagia melihatnya
aku berdiri dalam keinginan
terlarut dalam kebencian
menyatu dengan hayalan tak pasti
berjalan diluar pilihanku….
semuanya membawaku kedalam kegelapan
dan penuh ketidak pastian
meskipun begitu aku percaya bahwa ini akan berguna
ada yang akan bahagia melihatnya, kalau pun belum.. mungkin suatu saat nanti
aku menemukan diriku hari ini
sedang mempertahankan agar tak hilang terbawa arus
kusadari begitu banyak kasih mengelelilingiku
dan aku akan kuat
aku tak takut karena aku yakin
keingintahuan membawaku untuk mencoba
di tiap langkah dan tiap detik
Be true yourself and follow your heart
semuanya akan menjadi indah
dan akan menjadi lebih baik
karena cahanya yang setia
dan tenggelam dalam kesederhanaan
Be true yourself and follow your heart
To be continue……