September 12, 2009...1:05 pm

setitik budaya Indonesia

Lompat ke Komentar

Budaya itu berkaitan dengan budi dan akal manusia, dan semestinya di di lestarikan dan di kembangkan untuk membuat manusia lebih baik. Dalam budaya itu juga terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain. Dengan memandang budaya sebagai sesuatu yang luas, kini budaya tidak lagi dipandang hanya sebuah seni ato alat musik bahkan hanya tradisi semata, tetapi budaya menjadi suatu identitas.

Ketika menyadari bahwa budaya merupakan sesuatu yang penting dan berharga, maka perlu berpikir bagaimana melestarikan dan mengembangkannya, serta siapa yang berperan. Saya menyadari “sesuatu hal yang sulit untuk melestarikan dan mengembangkan budaya itu, namun jauh lebih sulit hidup tanpa budaya”. Saat ini saya mencoba mengingat kembali pengalaman saya di pulau Samosir 10 tahun yang lalu. Kondisi saat itu saya gambarkan sebagai berikut: gotong royong menjadi metode orang untuk bekerja, kompetisi saat perayaan 17 agustus masih memperlombakan kesenian batak, anak anak masih kenal permainan khas indonesia, menghargai orang yang lebih tua sudah menjadi kesadaran, adat istiadat menjadi aturan dan koridor dalam kehidupan sehari hari, keinginan melestarikan rumah batak (rumah adat batak) masih tinggi,  dan sebagainya. Kembali ke waktu sekarang, kondisinya jauh berbeda; dimana gotong royong tidak lagi menjadi kebiasaan, kompetisi prayaan 17 agustus mulai menghilangkan perlombaan kesenian batak, anak anak telah sibuk menonton sinetron indosiar ato sctv, semboyan siapa lu siapa gue mulai berlaku, adat istiadat telah tergantikan oleh peran polisi, kemauan memiliki rumah batak makin rendah di tambah lagi aturan pemerintah yang sangat membatasi ruang gerak masyarakat untuk membeli/mengambil bahan rumah batak.
Dari sekilas cerita diatas dapat di simpulkan hanya 10 tahun untuk menghilangkan suatu budaya, bahkan mungkin lebih singkat. Selain itu, kita dapat melihat peran media, pemerintah, dan masyarakat merupakan salah satu ujung tombak pelestarian suatu budaya maupun menjadi penghilang suatu budaya. Jadi, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat mempengaruhi pelestarian suatu budaya. Dan jika salah satu elemen tersebut tidak terlibat, akan sangat menghambat perkembangan budaya. Akhir kata, jepang boleh bangga dengan teknologinya, amerika boleh bangga dengan militernya, china boleh bangga dengan ekonominya, tapi kita tidak boleh menjadi inferior, kita harus bangga dengan budaya kita. Ayo bangga dengan budaya Indonesia

Tinggalkan Balasan