Setelah sekian lama kita dijajah secara fisik… dilanjukan dengan penjajahan struktur… dan di ikuti penjajahan kultural. Bagaiman kondisi kita sekarang?.
Sejarah tidak hanya sebuah kebanggaan semata, tetapi Sejarah berfungsi sebagai bahan pembelajaran untuk menghadapi masa depan. Serangkai kata yang mudah untuk di ucapkan, namun sulit di lakukan. Dengan kemajuan teknologi dan posisi kita yang nyaman, apakah kita mau belajar dari sejarah?. Ketika jaman sebelum kita berhasil memerdekakan kita dari penjajahan fisik, sudah waktunya kita sadar bahwa “tanggung jawab kitalah memerdekakan kita dari penjajahan kultural”. Perhatikan bahwa “kelompok akan kuat adalah kelompok yang memiliki : musuh yang sama, atau latar belakang yang sama, atau tujuan yang sama”.Para pendahulu kita telah merdeka secara fisik yang di bangun dari kekuatan yang berdasar pada “kita satu musuh”. Sekarang, musuh kita tidak lagi sama (bahkan musuh kita adalah saudara kita sendiri), dan kita memiliki latar belakang berbeda beda, sekarang hanya satu tujuanlah yang dapat membuat kita kuat. Tujuan kita adalah merdeka secara kultural. Jika saja kita dapat menyatukan langkah dengan satu tujuan sama maka sudah layak dan pantas kita optimis menatap hari esok.
Penjajahan fisik tidaklah lebih sakit di banding penjajahan kultural, karena penjajahan kultural memasukkan kita dalam jepitan. Dimana kita bermasalah dalam segala aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, sosial budaya, nasionalisme, birokrasi, dan lain lain. Masalah dalam pendididkan yaitu pendidikan yang tidak merata, pendidikan yang tidak memanusiakan manusia, pendidikan yang hilang makna, pendidikan dengan kebijakan yang mengkotak kotakan manusia, pendidikan dengan kurikulum yang tak menentu. Masalah dalam ekonomi yaitu kemiskinan, penganguran. Masalah politik yaitu budaya demokrasi yang rendah, korupsi. Di saat sebagian warga negara tidak mengakui NKRI apakah itu bukan masalah nasionalime?
Jika pemahaman akan tri dharma perguruan tinggi masih ada, kita tidak lagi dapat pergi meninggalkan masalah tetapi harus menjadi solusi atas masalah tersebut. Kembali kepada pernyataan john Deway bahwa “ pendidikan adalah suatu proses menuju sistem sosial yang lebih baik”, kita sebagai bagian mahasiswa yang duduk dibawah institusi pendidikan bertanggung jawab atas sistem sosial kita. Dan ketika kita di tanya apa gambaran mahasiswa ideal seperti apa yang terdapat pada materi INKM, harusnya jawaban kita mengarah pada apa tanggung jawab kita sebagai manusia yang duduk di institusi pendidikan.
Sekarang lagi tanggal 17 agustus 2009 akan hadir, artinya 64 tahun kita merdeka secara fisik. Perlu kita sadari bahwa; 17 agustus bukanlah perayaan, 17 agustus bukan pesta, 17 agustus bukan formalitas, 17 agustus adalah semangat, 17 agustus adalah mentari, 17 agustus adalah harapan. Dan yang pasti 17 artinya 1 7an yaitu kemerdekaan kultural. Kita boleh saja beraggapan bahwa Amerika maju dengan militer, jepang maju dengan teknologi, china maju dengan ekonominya. Tetapi satu hal,“Jangan pernah beranggapan kita (Indonesia) adalah INFERIOR”. Kita kaya dengan budaya, kaya dengan sumber daya alam, Dan akan lebih kaya lagi ketika: kita mau merdeka secara KULTURAL. Ayo satukan langkah, satukan tujuan, ayo berantas penjajahan kultural.