September 26, 2009

Anak Rantau Bona Pasogit

Anak di suruh sekolah, atau di suruh hidup?

Prolog

Sekolah, Sekolah tidak berarti hidup, sekolah hanya sebagian kecil dari hidup, SOO (study orientid only) berarti hanya sekolah saja, SOO (study orientid only) belum tentu hidup…. hidup, hidup berarti ingin lebih, hidup harus terus belajar, hidup harus sekolah, SO (study orientid) berarti tidak hanya sekolah, SO(study orientid) untuk hidup.

(1)   kejadiaannya habis liburan seperti sekarang, orang tuanya memberangkatkan anaknya sekolah dengan pesan, “burju burju ho sikkola amang” (baik baik sekolah ya nak), jangan banyak kegiatan kecuali sekolah, intinya SOO ja (study orientid only). jangan pikirkan masalah uang, calanaku pun ku jualnya demi sekolah mu nak. lalu anaknya berangkat sekolah dengan penuh semangat. dan kesehariannya penuh dengan SOO. bersambung

(2)   beberapa tahun kemudian anaknya lulus, yang pertama dia lakukan dia menemui orang tuanya, lalu memberikan transkrip. ayah, ibu, ini transkrip ku, aku da lulus, sekarang aku baru mau belajar.

(3)   poinnya apa?, orang tidak dapat jadi apa apa dengan traskrip itu, tetapi orang akan jadi besar dengan apa yang di pelajari, jadi ijinkan anak anak belajar.
dan ijinkan anak anak tumbuh dewasa, artinya biarkan dia tumbuh tanpa mengikuti keinginan orang lain,, karen itu hidupnya. walau dia harus gagal terlebih dahulu, itu bagus. sebab pemimpin lahir dari perang, bukan dari kantor ato buku. jangan jadikan dia lemah, karena orang tuapun tidak siap anaknya lemah. Dan catat “membuat anak sesuai keinginan orang tua, hanya membuat anak tersebut semakin lemah”.

(4)   Sejarah tidak hanya sebuah kebanggaan semata, tetapi Sejarah berfungsi sebagai bahan pembelajaran untuk menghadapi masa depan. Serangkai kata yang mudah untuk di ucapkan, namun sulit di lakukan. kembali pada masa lalu sebelum tahun 90, orang tua menyuruh anaknya sekolah dengan pesan “lului ma amang mu di pangarantoan” (carilah orang tuamu di tanah rantau), di sini setiap anaknya di persiapkan untuk hidup di kondisi apapun. Dan sekolah lah, walau aku tak dapat membuat mu sekolah. beberbeda dengan tahun sekarang,, orang tua memberikan pesan “burju burju ho sikokola amang” (baik baik … sekolah nak),, setelah lulus anaknya penganguran.. ini wajar, karena anknya di persiapkan sekolah,, tidak di persiapkan hidup… dan kalapun anak ini bekerja, akan bermasalah dengan sikap, tidak tau adat, apatis, dll.. lalu orang akan bilang, percuma nya itu sarjana. Perbedan lainnya, jaman dulu orang tidak mengukur sesuatu dengan fasilitas atau materi, sekarang orang berpatokan pada fasilitas. Ironis bukan.

(5)   ini sebuah kisah nyata. tidak menggurui sama sekali. boleh sepakat boleh nga.. tetapi untuk mengerti cerita ini, jangan pernah hanya melihat dari sudut pandang anda.. tetapi harus melihat dari perspektif orang lain. misal coba tanya pada orang lain, lebih penting mana trasnskrip atau sikap, kalau memang transkrip suruh aja sekolah, kalu sikap,, suruh anak anak hidup…  lebih jauh lagi, coba bertanya “ lebih baik mana punya hard skill dan soft skill di banding hanya punya hard skill”, dengan kita memilih hidup kita akan punya hard skill dan soft skill, tetapi hanya sekolah kita hanya dapat hard skill. dan kalau anda SOO jangan menjelek jelekan yang bukan SOO, hargai perbedaan itu, karena perbedaan itu indah.. kalo anda pernah SOO dan Pernah Bukan SOO, barulah anda dapat berpendapat mana yang baik.. kalau anda hanya menjalani salah satu, jalani saja,, jangan menyalahkan yang lain

(6)   anak yang di suruh hidup atau anak yang di suruh belajar tidak berarti meninggalkan sekolah, mereka tetap SO (study Orientid) tetapi bukan SOO(study orientid only). Disisi lain, terkadang nilai orang yang SS justru lebih baik dari nilai SOO, sebab orang yang SO punya banyak kegiatan sehingga tidak dapat menunda belajar, sementara orang yang SOO dapat menunda, karena mereka punya waktu banyak dan kegiaatan hanyalah belajar. Terkadang orang yang SO lupa bahwa mereka harus megejar nilai juga, terkadang orang yang SOO hebat sekali karena fokus. Semuanya punya positif negatif, dan tidak perlu mengatakan mana yang lebih baik, yang terpenting jika anda orang tua “ijinkan anak anak bertumbuh merdeka, sebab itu hidup mereka” yang manapun pilihan anak itu, itulah yang terbaik. Lingkungannya hanya mendukung pilihan tersebut. dan, pilihlah pilihanmu dan lakukan yang terbaik jika anda seorang anak. Namun, sebelum memilih, lihat kedua sisi terlebih dahulu, supaya jangan menyesal. dan jangan memilih sebelum mengerti pilihannya.

(7)   So, what is your choice? Dan apa yang akan ada lalukan sebagai orang tua?

(8)   Sampai jumpa 5 atau 10 tahun lagi (kalau Tuhan mengijinkan), aku dengan pilihan ku, anda dengan pilihan anda. Dan selama ini, aku di suruh hidup. Aku sekolah, karena sekolah bagian dari hidup itu. Kalau anda orang yang sama dengan ku, ayo kita hidup. Kalo anda mau sekolah, sekolah lah.. dan lakukan yang terbaik

(9)   Spesial untuk orang yang memilih hidup. Ketika kita memilih hidup, berarti kita tidak sendiri, kita harus bermamfaat bagi orang lain, dan setidaknya tidak menyusahkan orang lain.  Lalu bagaimana kita bermamfaat bagi orang lain? Langkah pertama kita tidak menyusahkan orang lain. Langkah kedua, kita harus membantu orang lain minimal seperti kita (yaitu tidak menyusahkan orang lain) ini dapat di lakukan dengan pendidikan. Metode pendidikan disini ada tiga langkah, satu kita memberikan contoh dengan kata lain, kita menjadi teladan bagi mereka, metode kedua, kita mengajak mereka, dan jika mereka tidak mau di ajak. Gunakan cara terakhir (metode ketiga), kita paksa mereka. Memaksa di sini tidak berarti kekerasan fisik, memaksa di sini lebih ke mental. Ketika orang lain tumbuh minimal seperti kita, artinya kita bermamfaat bagi mereka. Demikian juga untuk hal yang lain, kita menjadi teladan, mengajak orang lain, jika tidak bisa di ajak, lakukan pemaksaan.  Itulah ke bahagiaan, itulah hidup.

(10)                       Sadar atau tidak, kita juga telah belajar dari orang lain tersebut, hanya saja belajarnya secara fasip. Dan dalam kenyataan nya, kita saling membutuhkan. Dan apa itu makna hidup akan terjawab. Belajar terus menerus, hidup bermamfaat bagi orang lain, itulah makna hidup, kalau anda tidak sependapat, setidaknya itulah di kepalaku hingga detik ini.

September 12, 2009

setitik budaya Indonesia

Budaya itu berkaitan dengan budi dan akal manusia, dan semestinya di di lestarikan dan di kembangkan untuk membuat manusia lebih baik. Dalam budaya itu juga terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain. Dengan memandang budaya sebagai sesuatu yang luas, kini budaya tidak lagi dipandang hanya sebuah seni ato alat musik bahkan hanya tradisi semata, tetapi budaya menjadi suatu identitas.

Ketika menyadari bahwa budaya merupakan sesuatu yang penting dan berharga, maka perlu berpikir bagaimana melestarikan dan mengembangkannya, serta siapa yang berperan. Saya menyadari “sesuatu hal yang sulit untuk melestarikan dan mengembangkan budaya itu, namun jauh lebih sulit hidup tanpa budaya”. Saat ini saya mencoba mengingat kembali pengalaman saya di pulau Samosir 10 tahun yang lalu. Kondisi saat itu saya gambarkan sebagai berikut: gotong royong menjadi metode orang untuk bekerja, kompetisi saat perayaan 17 agustus masih memperlombakan kesenian batak, anak anak masih kenal permainan khas indonesia, menghargai orang yang lebih tua sudah menjadi kesadaran, adat istiadat menjadi aturan dan koridor dalam kehidupan sehari hari, keinginan melestarikan rumah batak (rumah adat batak) masih tinggi,  dan sebagainya. Kembali ke waktu sekarang, kondisinya jauh berbeda; dimana gotong royong tidak lagi menjadi kebiasaan, kompetisi prayaan 17 agustus mulai menghilangkan perlombaan kesenian batak, anak anak telah sibuk menonton sinetron indosiar ato sctv, semboyan siapa lu siapa gue mulai berlaku, adat istiadat telah tergantikan oleh peran polisi, kemauan memiliki rumah batak makin rendah di tambah lagi aturan pemerintah yang sangat membatasi ruang gerak masyarakat untuk membeli/mengambil bahan rumah batak.
Dari sekilas cerita diatas dapat di simpulkan hanya 10 tahun untuk menghilangkan suatu budaya, bahkan mungkin lebih singkat. Selain itu, kita dapat melihat peran media, pemerintah, dan masyarakat merupakan salah satu ujung tombak pelestarian suatu budaya maupun menjadi penghilang suatu budaya. Jadi, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat mempengaruhi pelestarian suatu budaya. Dan jika salah satu elemen tersebut tidak terlibat, akan sangat menghambat perkembangan budaya. Akhir kata, jepang boleh bangga dengan teknologinya, amerika boleh bangga dengan militernya, china boleh bangga dengan ekonominya, tapi kita tidak boleh menjadi inferior, kita harus bangga dengan budaya kita. Ayo bangga dengan budaya Indonesia

September 12, 2009

Kita dan Pendidikan?

Setelah sekian lama kita dijajah secara fisik… dilanjukan dengan penjajahan struktur… dan di ikuti penjajahan kultural. Bagaiman kondisi kita sekarang?.

Sejarah tidak hanya sebuah kebanggaan semata, tetapi Sejarah berfungsi sebagai bahan pembelajaran untuk menghadapi masa depan. Serangkai kata yang mudah untuk di ucapkan, namun sulit di lakukan. Dengan kemajuan teknologi dan posisi kita yang nyaman, apakah kita mau belajar dari sejarah?. Ketika jaman sebelum kita berhasil memerdekakan kita dari penjajahan fisik, sudah waktunya kita sadar bahwa “tanggung jawab kitalah memerdekakan kita dari penjajahan kultural”. Perhatikan bahwa “kelompok akan kuat adalah kelompok yang memiliki : musuh yang sama, atau latar belakang yang sama, atau tujuan yang sama”.Para pendahulu kita telah merdeka secara fisik yang di bangun dari kekuatan yang berdasar pada “kita satu musuh”. Sekarang, musuh kita tidak lagi sama (bahkan musuh kita adalah saudara kita sendiri), dan kita memiliki latar belakang berbeda beda, sekarang hanya satu tujuanlah yang dapat membuat kita kuat. Tujuan kita adalah merdeka secara kultural. Jika saja kita dapat menyatukan langkah dengan satu tujuan sama maka sudah layak dan pantas kita optimis menatap hari esok.

Penjajahan fisik tidaklah lebih sakit di banding penjajahan kultural, karena penjajahan kultural memasukkan kita dalam jepitan. Dimana kita bermasalah dalam segala aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, sosial budaya, nasionalisme, birokrasi, dan lain lain. Masalah dalam pendididkan yaitu pendidikan yang tidak merata, pendidikan yang tidak memanusiakan manusia, pendidikan yang hilang makna, pendidikan dengan kebijakan yang mengkotak kotakan manusia, pendidikan dengan kurikulum yang tak menentu. Masalah dalam ekonomi yaitu kemiskinan, penganguran. Masalah politik yaitu budaya demokrasi yang rendah, korupsi. Di saat sebagian warga negara tidak mengakui NKRI apakah itu bukan masalah nasionalime?

Jika pemahaman akan tri dharma perguruan tinggi masih ada, kita tidak lagi dapat pergi meninggalkan masalah tetapi harus menjadi solusi atas masalah tersebut. Kembali kepada pernyataan john Deway bahwa “ pendidikan adalah suatu proses menuju sistem sosial yang lebih baik”, kita sebagai bagian mahasiswa yang duduk dibawah institusi pendidikan bertanggung jawab atas sistem sosial kita. Dan ketika kita di tanya apa gambaran mahasiswa ideal seperti apa yang terdapat pada materi INKM, harusnya jawaban kita mengarah pada apa tanggung jawab kita sebagai manusia yang duduk di institusi pendidikan.

Sekarang lagi tanggal 17 agustus 2009 akan hadir, artinya 64 tahun kita merdeka secara fisik. Perlu kita sadari bahwa; 17 agustus bukanlah perayaan, 17 agustus bukan pesta, 17 agustus bukan formalitas, 17 agustus adalah semangat, 17 agustus adalah mentari, 17 agustus adalah harapan. Dan yang pasti 17 artinya 1 7an yaitu kemerdekaan kultural. Kita boleh saja beraggapan bahwa Amerika maju dengan militer, jepang maju dengan teknologi, china maju dengan ekonominya. Tetapi satu hal,“Jangan pernah beranggapan kita (Indonesia) adalah INFERIOR”. Kita kaya dengan budaya, kaya dengan sumber daya alam, Dan akan lebih kaya lagi ketika: kita mau merdeka secara KULTURAL. Ayo satukan langkah, satukan tujuan, ayo berantas penjajahan kultural.

Juli 16, 2009

Ada yang bahagia melihatnya

aku berdiri dalam keinginan
terlarut dalam kebencian
menyatu dengan hayalan tak pasti
berjalan diluar pilihanku….

semuanya membawaku kedalam kegelapan
dan penuh ketidak pastian
meskipun begitu aku percaya bahwa ini akan berguna
ada yang akan bahagia melihatnya, kalau pun belum.. mungkin suatu saat nanti

aku menemukan diriku hari ini
sedang mempertahankan agar tak hilang terbawa arus
kusadari begitu banyak kasih mengelelilingiku
dan aku akan kuat
aku tak takut karena aku yakin
keingintahuan membawaku untuk mencoba
di tiap langkah dan tiap detik
Be true yourself and follow your heart

semuanya akan menjadi indah
dan akan menjadi lebih baik
karena cahanya yang setia
dan tenggelam dalam kesederhanaan

“Be true yourself and follow your heart”

Juni 16, 2009

“ FIGHTER BESIDE YOU ”

HIDUP ITU SULIT, untuk itulah butuh “FIGHTER”
hidup memang sulit…
(manusia pasti hidup, karena kalau mati uda di ganti nama jadi mayat)
kalau saja gampang menjadi manusia..
kita tidak butuh akal, ketrampilan, kebutuhan, dan perjuangan….

dan kalau saja gampang jadi manusia,, hewan akan ikut ikutan jadi manusia..
nah, manusia jadi apa?

untuk menghadapi kesulitan tersebut butuh “FIGHTER “

bagaiman menghadapi kesulitan itu
itulah kebahagiaan..i

energi itu kekal
tidak dapat di ciptakan dan tidak dapat di musnahkan
yang artinya energi itu terbatas
hal ini tidak mendukung kebutuhan yang terus meningkat

pada kenyataannya
akan menghasilkan pertarungan

“Fighter  Beside You”
petarung itu selalu di samping mu
petarung itu terkadang menjadi teman bagi mu
terkadang jadi lawan bertarung bagi mu

saat petarung menjadi teman mu
jangan biarkan dia bertarung sendirian
jika ingin memenangkan pertarungan itu
dan ketahuilah akan lebih kuat jika bersatu

saat petarung itu menjadi lawan tarung bagimu
sudah menjadi kepastian bahwa kau juga harus menjadi petarung
menangkanlah pertarungan untuk orang yang kamu sayangi
jika tidak ingin mengecewakan mereka

di saat kau bertarung
keluarga dan sahabatmu juga menontonmu
dan mungkin saja seseorang di masa depan menanti kemengan mu
jadi jangan kecewakan mereka

maka, jadilah petarung sejati

petarung yang arif, sdil,  bijaksana, dan sederhana
ketika itu kau bersiap menjadi  pemimpin

catat bahwa
pemimpin tidak lahir dari ruangan yang nyaman
pemimpin tidak lahir dari kemewahan
pemimpin tidak lahir dari tempat tidur

“pemimpin hanya lahir dari petarung sejati”

maka, jadilah petarung sejati…..

pemimpin yang arif, bijaksana, adil, dan sederhana

pemimpin
tidak akan memilih jalan pintas
dia tidak akan memilih jalan aman
tidak akan memilih kepentingan pribadi
tidak hanya berpikir jangka pendek

pemimpin tidak pernah menjadi orang lain
dia selalu menjadi dirinya sendiri

apa yang harus di miliki pemimpin adalah mengembangkan spiritualitas, sikap, skills, dan kemampuan.

Spiritualitas merupakan kesediaan dan kemampuan menggali  makna  dari kenyataan-kenyataan.

Sikap seorang pemimpin yaitu manusia pembelajar dan menolak hidup tanpa makna, membagungu suatu organisasi melalui kombinasi kerendahan hati dan pribadi yang professional, memiliki jiwa entrepreneur (tidak berbuat minimalis), dan selalu proaktif dan Inovatif.

Keterampilan yang dimaksud adalah dapat melakukan pendekatan terhadap system dalam komdisi apapun dan memiliki sesitivitas yang sangat peka terhadap lingkungannya.

Kemampuan yang harus dimiliki seperti mampu berkomunikasi dengan baik, mampu mengambil keputusan, kemampuan manajemen, kemampuan bekerja sama,  dan mampu mengotrol system dengan baik.

pemimpin  itu hidup tidak hanya untuk dirinya sendiri
dia akan menciptakan kehidupan

dan ketahuilah
semuanya lahir dari seorang petarung sejati

“yang terpenting ‘bukanlah besarnya kemampuan’, melainkan ‘bagaimana menggunakan kemampuan itu”

pemimpin itu orang yang dapat menciptakan kesempatan dan mengakhirinya dengan kesuksesan…

->jadilah petarung sejati

Mei 7, 2009

Pembelajaran Matematika Sekolah di SMA N 10 Bandung

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Pembelajaran
Kondisi pendidikan di Indonesia pada saat ini sangat memperihatinkan. Kualitas pendididikan tidak semakin membaik. Sebagai dampak dari buruknya pendidikan tersebut penganguran semakin meningkat dan ekonomi masyarakat semakin memburuk juga kriminalitas yang tinggi. Di era kehidupan modern saat ini, pendidikan merupakan tolak ukur kemajuan suatu negara. Buruknya pendidikan di Indonesia menunjukkan ketertinggalan Bangsa kita. Kondisi yang lebih buruk adalah orang berpendidikan di Indonesia tidak mampu membawa perubahan bagi masyarakat. Faktanya, orang orang berpendidikan di indonesia banyak yang hanya memikirkan diri sendiri, seperti; lulusan Institut Teknologi Bandung yang biasanya hanya mengharapkan bekerja di persahaan luar negeri.
Matematika sebagai ilmu yang berperan penting dalam pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan modern. Faktanya, kualitas matematika di indonesia sangat rendah. Masalah kualitas pembelajaran matematika di Indonesia sangat kompleks, minat siswa tentang matematika yang sangat rendah, sistem pendidikan yang tidak baik. anggapan masyarakat matematika sebagai ilmu yang menakutkan, rumus, dan sebagainya. Fakta tersebut menggambarkan kualitas matematika di Indonesia.

Melihat Fakta diatas, penulis ingin memberikan evalusi untuk memperbaharui pembelajaran matematika sekolah. Dalam laporan ini akan di sampaikan kondisi Pembelajaran matematika sekolah dan evaluasinya di SMA N 10 Bandung.

2. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang penulis ajukan adalah Bagaimana memperbaiki kualitas pembelajaran matematika sekolah di SMA N 10 Bandung.

3. Tujuan pembelajaran
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemauan siswa belajar matematika agar kualitas pendidikan semakin meningkat. Penulis meyakini kemauan belajar akan memperbaiki kualitas pembelajaran matematika sekolah. Selain itu, penulis merumuskan tujuan khusus sebagai berikut;
1. Menerapkan pembelajaran matematika yang menarik
2. Mengetahui minat dan pandangan sisa terhadap matematika
3. Menerapkasn metoda pengajaran student center
4. Mengembangkan logika berpikir matematis, sistematis, dan kritis
5. Mengembangkan pola pikir siswa
6. Mengembangkan Problem Solving
7. Mengembangkan kemamampuan berkomunikasi siswa, dll

4. Metoda pengajaran
4.1. Siswa bekerja dalam kelompok. Melalui kegiatan ini, setiap siswa mempunyai kesempatan mengemukakan pendapat dalam kelompok.
4.2. Siswa sebagai tokoh utama dalam pembelajaran. Kegiatan ini aka berdampak terhadap rasa ingin tau setiap siswa, dengan demikian setiap siswa akan memiliki pemahaman.
4.3. Kegiatan yang di lakukan oleh siswa yaitu, menemukan pola, menyederhanakan masalah, kemudian berdiskusi.

5. Tempat dan waktu pengajaran
Tempat : SMA N 10 Bandung
Jln. Cikutra no.77
Kelas : X ( dengan 40 siswa )
Waktu : ∙ Sabtu, 27 Oktober 2007
∙ Sabtu , 02 November 2007

BAB II KEGIATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DI SMA NEGERI 10 BANDUNG
Pembelajaran Matematika di kelas
Kegiatan pembelajaran matematika sekolah yang telah di lakukan di SMAN 10 Bandung dilakukan di kelas X yang terdiri dari 40 siswa. Kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan metode Student Center. Alasan kita memilihmetode ini adalah, agar setiap siswa terlibat akatif dalam kegiatan. Dalam kegiatan ini, setiap orang akan di tuntut untuk belajar. Dengan kata lain, perlajar menjadi tokoh utama dalam pembelajaran, sedangkan pendidik berperan sebagai pengarah kegiatan sehingga pemahaman siswa akan terbentuk.
Pada awalnya, siswa dibagi menjadi delapan kelompok. Pengelompokan tersebut dilakukan secara acak, tanpa mempertimbangkan kemampuan pelajar. Penulis menyadari memberikan kesempatan kepada setiap pelajar atau tanpa pengelompokan akan lebih baik, namun karena kelas yang cukup besar tidak mungkin dilakukan secara perorangan.
Setelah siswa di kelompokkan, setiap orang di pastikan duduk pada kelompoknya masing masing. Lalu, penulis memberika 4 buah permasalahan matematika yang harus diselesaikan setiap kelompok (soalnya dilampirkan pada halaman lampiran). Kebanyakan siswa antosias untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Pada soal nomor satu (1), setelah beberapa menit, ada dua kelompok yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan benar. Salah satu siswa diminta untuk menjelaskan kepada teman-temanya di depan kelas. Siswa tersebut menjelaskan dengan sangat menarik, sehingga suasana kelas menjadi penuh tawa. Tetapi, penjelasan siswa tersebut tidak berdasarkan pola permasalahan. Siswa tesebut menyadari bahwa mereka hanya memperoleh jawaban dengan mencoba-coba saja. Pada sola ini diharapkan siswa dapat menemukan pola, menyederhanakan permassalahan dan mendiskusikan bersama kelopoknya.
Pada soal nomor 2, diharapkan siswa dapat berpikir dengan cermat terhadap persoalan matematika, soal ini disaji secara menarik dengan cerita yang mudah dicerna atau ditangkap oleh siswa. Permasalahan ini merupakan bukti bahwa matematika bukanlah sekedar rumus. Siswa terlihat sangat antusias dengan soal ini. Sangat beraneka ragam jawaban yang siswa sampaikan, walaupun jawaban mereka tidak tepat. Banyak siswa yang menjawab soal ini dengan lelocon. Nilai positif dari kegiatan ini adalah kemauan siswa untuk belajar matematika mulai terlihat.
Berhubung waktu kegitan pembelajaran sangat terbatas, permasalahan ini menjadi tugas bagi siswa untuk pertemuan selanjutnya. Tugas ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa, tanpa penulis menjanjikan hukuman atau hadiah untuk yang mengerjakan .
Pada pertemuan selanjutnya, kita memperoleh hal yang kurang memuaskan yaitu, hanya dua kelompok yang mengerjakan. Kemudian, kelompok yang mengerjakan diminta untuk menjelaskan di depan kelas.
Soal nomor 3 ini ditunjukan agar siswa dapat berpikir logis, matematis dan sistematis. Hampir sama dengan permasalahan sebelumnya, permasalahan ini menguji pemahaman siswa terhadap soal, bukan pengetahuan saja.
Soal nomor 4, pada permasalahan ini di tuntut siswa untuk mempelajari pola, memberikan dugaan, menguji duagaan tersebut. Lalu menyederhanakan permasalahan dan memperoleh solusi terbaik.

Minat dan Pandangan siswa terhadap matematika.
Pandangan siswa tehadap matematika sangat beranekan ragam. Ada siswa memandang matematiaka sebagai ilmu yang paling sulit di pahami, memandang matematika sebagai rumus, hitungan, dan sebagainya. Banyak pula tanggapan orang mengenai masalah tersebut, sistem pendidikan yang salah, guru yang tidak dapat mengajar dan lain lain. Lalu, bagaiman minat siswa terhadap matematika?. Siswa yang menyukai matematika, mengatakan menyukai matematika karena matematika membuat hati nyaman dan tenteram, matematika yang seru dan banyak sekali manfaatnya, matematika ilmu dari segala ilmu, membuat hati menjadi bersemangat, karena gurunya asyik. Siswa yang tidak dan menjawab ragu-ragu menyukai matematika mengatakan bahwa matematika itu banyak rumusnya , soal – soal matematika susah, bahkan pusing, penuh dengan angka, hitung –menghitung, rumit, susah dimengerti.

Sistem pembelajaran yang di sukai
Penulis menerapkan sistem pengajaran student center dalam kelompok. Pertanyaanya apakah sistem tersebut disenangi oleh siswa dari 40 siswa. Dari data yang penulis peroleh, 42,5% menyenangi sistem tersebut, katanya dengan kelompok lebih bisa saling bertukaran informasi dengan lebih leluasa menyampaikan pendapat. Sementara 35 % menenangi guru yang menjelaskan, katanya lebih paham dan banyak menanyakan langsung bila tidak mengerti, tetapi ada pula yang menjawab, menyenangi guru yang menjelaskan karena waktu guru menjelas kan tersebut bisa dipake untuk tidur, itu mencerminkan bahwa betapa kakunya dan membosankan sistem pengajaran guru tersebut. 7.5 % tidak menyenangi kedua-duanya, alasanya karena memang tidak menyenangi belajar matematika dan sisanya, 15 % menyenangi kedua metode tersebut, katanya yang penting belajar matematika asalkan jelas dan tidak membosankan .
Karena sistem berkelompok siswa itu lebih disenangi, penulis ingin menyampaikan peran tiap siswa dalam kelompok tersebut :
Aktif sebagai pemberi solusi : 14 → 35 %
Tidak aktif : 7 → 17,5 %
Aktif sebagai pembantu : 19 → 47,5 %

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Setelah melakukan kegiatan tersebut, penulis ingin menuliskan hasil obsevasi yang diperoleh sebagai berikut. Setelah melakukan kegiatan tersebut, sebagian besar siswa mulai menyukai belajar matematika, hal ini terlihat dari antosias mereka dalam kegiatan. sebagian siswa mulai memiliki problem solving, sebagian telah dapat menemukan pola, berpikir kritis dan sebagainya yang terlihat jelas dalam kegiatan menerangkan suatu solusi ke teman sekelas. Metode belajar yang di senangi pun beraneka ragam, ada yang memilih berkelompok, ada yang menyukai metode tradisional. Hasil tersebut kita peroleh melalui pengamatan pada saat pembelajaran dan kuisioner.

3.2 Saran
Kagiatan yang telah penulis lakukan telah mempengaruhi minat siswa. Namun, penulis memberikan saran bagaimana dapat meningkatkan kemauan seluruh siswa. Seperti yang kita ketahui, matematika merupakan nafas bagi kehidupan, untuk itu setiap orang harus mempelajari matematika. Jadi, sebagai tugas pendidik adalah membuat semua orang tetarik untuk belajar matematika.

April 29, 2009

PENCEMARAN DANAU TOBA

Pendahuluan

Pencemaran Danau Toba berada dalam tahap kritis. Jika tidak ditangani secara serius pencemaran ini akan menimbulkan gangguan pada kesehatan masyarakat setempat. Gangguan tersebut dapat saja mengakibatkan lemah otak . salah satu indikator tercemarnya danau toba adalah meningkatnya kadar Nitrogen.  Nitrogen tersebut bersumber dari protein yang terkadung dalam pelet dan sisa makanan dari restoran yang di buang ke Danau Toba. Nitrogen tersebut terpecah menjadi amoniak dan di ikutiti perubahan menjadi Kalium. Zat ini akan sangat membahayakan jiwa manusia jika dikonsumsi. Selain itu, tinja yang dibuang ke danau toba juga mengandung jat yang membahayakan bagi tubuh manusia. Gejala pencemaran tersebut sudah terlihat jelas seperti pada November 2004. Puluhan juta ikan Mas mati secara serentak yang di akibatkan oleh virus koi herpes. Awal 2008 juga meresahkan warga setelah menemukan banyak jamur pada kulit ikan. Yang lebih menkawatirkan lagi adalah ikan yang hidup bebas juga terjangkit virus.

Peran Matematika megurangi Pencemaran Danau Toba

Asumsi

  • Volume air danau tetap.
  • Laju air danau tetap.
  • Air danau tercampur merata.
  • Ukuran keramba yang digunakan sama.
  • Jumlah ikan per keramba sama.
  • Pakan ikan yang digunakan sama.

Data yang terkait

  • Ukuran keramba 5m x 6m
  • Jumlah keramba 6.312 unit
  • Jumlah ikan/keramba  4000 ekor
  • Jumlah pakan ikan/per keramba/hari 24 kg
  • Masa panen ikan tiap 5 bulan sekali
  • Sisa pakan ikan 30% dari jumlah pakan yang diberikan
  • Kadar nitrogen yang terkandung dalam sisa pakan sebanyak 69%

Perhitungan

—  Jumlah pakan per masa panen = jumlah keramba * jumlah pakan per keramba  per hari* 30 hari * 5 = 22.723.200 kg

—  Sisa pakan per masa panen = 30% * jumlah pakan per masa panen = 6.816.960 kg

—  Jumlah nitrogen yang dihasilkan per masa panen = 69% * sisa pakan per masa panen = 4.703.702,4 kg

—  Jumlah ikan = jumlah keramba * jumlah ikan/keramba= 25.248.000 ekor

Jumlah nitrogen yang sangat basar akan membahayakan keseimbangan di sekitar danau toba. Seperti di jelaskan sebelumnya nitrogen tesebut akan terpecah menjadi amonik dan di ikuti perubahan menjadi kalium. Dengan tingginya kadar nitrogen tersebut akan mengakibatkan peluang terkonsumsinya kalium akan semakin besar. Jika tidak di atas, tidak mengherankan suatu saat nanti penduduk setempat mengalami ganguan kesehatan dan lemah otak. Lalu, bagaimana mengontrol nitrogen tersebut akan menjadi sangat penting untuk menyelamatkan penduduk setempat. Pencemaran danau toba tidak saja mengganggu kesehatan masyarakat, namun akan berdampak pada kualitas ikan yang di panen.

Selain berbicara kadar nitrogen masih banyak kerugian yang di akibatkan pencemaran tersebur. Jumlah ikan yang dipanen yang begitu besar akan di konsumsi masyarakat di luar samosir. Jika ikan yang di panen dari samosir terbukti tidak sehat akan menyebapkan kerugian besar diantaranya, samosir akan terisolasi. Jika ini samapai terjadi, pariwisata samosir yang begitu indah akan musnah, perekonomian masyarakat akan hancur.

Tidak ada lagi pilihan kecuali mengurangi pencemaran samosir.

Pemodelan sebagai salah satu solusi pencemaran danau toba.

Dalam pemodelan ini, ingin diketahui laju pertambahan nitrogen ke dalam danau toba. Data tersebut dapat di gunakan untuk mengetahui jumlah nitrogen di dalam danau setiap waktu t. Laju tersebut yaitu jumlah nitrogen yang masuk di kurang denga jumlah nitrogen yang keluar. Jumlah nitrogen yang masuk tersebut yaitu jumlah nitrogen yang di sebapkan manusia seperti, sisa makanan ikan, zat lainnya. Sehingga, dengan mengotrol jumlah sisa makanan ikan atau zat lain akan mengotrol jumlah nitrogen dalam danau toba. Dengan model tersebut akan memperlambat laju pertambahan nitrogen dalam danau toba.

“asumsi, data terkait, perhitungan”, saya kutip dari penelitian teman saya  (Swarna Jayanti S, Fery Santosa, Friskalia Juliana S, Yuni Paramita H.,Nani Natalia S.)

April 25, 2009

lanjutan try out

sekarang lagi banyak tugas..
belum sempat masukin hasil try out nya

kalau ada yang mau luhat hasulnya boleh tinggalkan email..
ntar saya kirim hasilnya lewat email
atau email ke saya
turnip_fbi@yahoo.com

April 5, 2009

lanjutan TRY OUT

kegiatan nya telah berlangsung…
saat ini lagi mempersiapkan buletin untuk di bagikan ke siswa dan menyusun evaluasi kegiatan
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
termasuk teman teman panitia

Februari 28, 2009

TRY OUT SMA SE KABUPATEN SAMOSIR

Yang terpenting bukanlah “apa yang kita ketahui” melainkan “bagaimana kita mengetahuinya”

Aristotle

TRY OUT UAN SNMPTN KABUPATEN SAMOSIR

Latar Belakang

Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengembangkan pengetahuan, keahlian dan karakter dari individu baik secara ide maupun eksperimen. Tugas utama dari pendidikan tersebut ialah menanamkan keinginan belajar dan memberikan fasilitas untuk belajar, sehingga keadaan ini akan menghasilkan individu yang akan selalu belajar, dan bukan individu yang tidak belajar lagi setelah individu tersebut menyelesaikan proses pendidikan.

Setiap tahun, masyarakat baik siswa, guru, pemerintah, berhak untuk berevaluasi atas pendidikan di Negara kita, sudahkah mencapai taraf memajukan negara di ranah positif ataukah masih jalan di tempat. Kita boleh melihat pengalaman negara Amerika Serikat yang meninjau kembali seluruh kurikulum sekolah dari sekolah dasar hingga sekolah perguruan tinggi, meninjau kualitas guru, meninjau mata pelajaran, meninjau proses seleksi siswa, meninjau sistem evaluasi pembelajaran. Semua dilakukan oleh AS ketika Unisoviet berhasil meluncurkan satelit Spotnic, 4 oktober 1957.

Sebuah tamparan yang sangat keras bagi AS di saat perang dingin terjadi. Amerika berani mengambil revolusi dengan risiko yang sangat tinggi. Namun, usaha yang berisiko ini membuakan hasil yang luar biasa, Amerika Serikat berhasil meluncurkan manusia pertama yang menginjak bulan dengan satelitnya pada 14 juli 1969. Tidak jauh beda dengan negara Jepang pascaledakan bom atom di dua kota di tahun 1945. Negara yang kalah perang ini mengambil risiko dengan membangun kembali pendidikan dan ekonominya. Alhasil, Jepang menjadi negara dengan pendidikan yang maju dan ekonomi yang dapat mempengaruhi ekonomi dunia saat ini.

Kita bisa lihat dua negara yang berpikir positif. Pemerintah, siswa, dan guru yang bekerja bersama untuk kemajuan bangsa akhirnya dapat tercapai. Bagaimana dengan negara kita yang merdeka di tahun 1945? Namun, hingga detik ini tingkat kemiskinan, pengangguran, dan buta aksara masih ada. Menjadi perhatian besar, apakah kita berani mengambil risiko seperti dua negara tadi untuk memprioritaskan pendidikan dan ekonomi negara Indonesia. Civitas akademika perlu untuk kembali menggelorakan semangat diri dalam pendidikan kita. Pemerintah memerlukan keberanian dalam menyikapi pendidikan saat ini/ Program internet masuk sekolah dan desa-desa bukan hal yang seluruhnya positif, itu belum merupakan parameter keberhasilan pendidikan kita.

“Perubahan yang besar dimulai dari perubahan kecil”

Samosir adalah kabupaten tertinggal (1) di sumatera utara, maka dengan ini kami berusaha berpikir positif terhadap pendidikan dengan cara pelaksaan kegiatan try out SMA/SMK sekabupaten samosir. Besar harapan kami dengan adanya kegiatan ini menggugah semangat orang-orang terutama siswa/I di kabupaten samosir untuk berusaha mendapatkan pendidikan yang lebih layak. Dan juga mereka akan lebih siap nantinya untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.

Kegiatan try out ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dalam skala yang lebih kecil dan memberikan dampak yang positif kepada para siswa dan guru. Mereka juga berharap kegiatan kemarin mempunyai kelanjutan.

01. Kepala Bappeda Sumut Drs RE Nainggolan “terdapat 6 kabupaten yang ditetapkan sebagai kabupaten tertinggal di Sumut dalam RPJM ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah )” Masing-masing Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias, Nias Selatan, Dairi, Pakpak Bharat dan Samosir.

try-out-20081

Setelah melihat hasil try out yang diadakan pada tanggal 26 April 2008 di kabupaten samosir oleh mahasiswa asal samosir bekerjasama dengan ISH-tiangbendera ITB(2), kami mau menindak lanjuti kegiatan tersebut dengan melakukan kegiatan yang lebih dari tahun sebelumnya. Kami optimis bahwa dengan proses yang akan kita lakukan bersama, mereka bisa melakukan evaluasi sejauh mana kemapuan dan pemahaman mereka. Dapat juga digunakan sebagai gambaran hasil yang akan mereka peroleh pada ujian masuk ke universitas yang mereka cita-citakan nantinya.
Hal ini dilakukan berdasarkan pertimbangan yang matang setelah melihat pendapat siswa-siswa samosir dan hasil ujiannya.
Tujuan
Dengan landasan pemikiran diatas, maka diambil beberapa poin penting yang akan berusaha diwujudkan yakni :
a. Mempersiapkan siswa/i SMA Kabupaten Samosir untuk menghadapi UAN dan SPMB 2009.
b. Pengejawantahan kepedulian terhadap Samosir
c. Memberikan wadah pelaksanaan bagi orang-orang yang peduli masalah social dan pendidikan
d. Membangun kesadaran peduli pendidikan terutama bagi kabupaten samosir
e. Memperkenalkan Propil Perguruan Tinggi melalui media buletin

(2) ISH-tiangbendera ITB (Institut Sosial Humaniora “Tiang Bendera” ITB) merupakan wadah kegiatan kemahasiswaan yang berada dalam lingkup Civitas Akademika Institut Teknologi Bandung. Selalu membahas masalah-masalah social seperti budaya, pendidikan dan juga maslah seni dan teknologi.
Kegiatan
Untuk mencapai tujuan diatas, maka akan diadakan serangkaian kegiatan yakni :
I. sosialisasi ide
Tujuan :
a. Menyebarkan dan mempertajam ide tentang perlunya try out di kabupaten samosir.
b. Terbentuk jaringan organisasi yang peduli terhadap samosir baik yang berada di Sumatera Utara maupun diluar Sumatera Utara
c. Terbentuk panitia pelaksana lokal yang akan mempersiapkan pelaksanaan Try Out di semua SMA/SMK di Kabupaten Samosir
Waktu : tanggal 1-20 Februari 2009
Metode : diskusi ringan dan saling berkomunikasi lewat sms, blog, facebook, friendster, email, dan yahoogroup
II. Mencari dana operasional dan pematangan rencana kegiatan
Tujuan :
a. Mendapatkan dana untuk keberlangsungan acara ini
b. Mencari orang-orang yang masih peduli terhadap Pendidikan Samosir
Waktu : tanggal 1 maret – 20 Maret 2009

III. Melaksanakan Try Out di kabupaten Samosir
Tujuan :
a. Melatih siswa-siswi Samosir menjawab soal-soal UN dan SPMB 2009
b. Memberitahukan ide dan strategi dalam menghadapi UN dan SPMB 2009
c. Sebagai feedback bagi siswa-siswi Samosir dalam mengambil keputusan memilih jurusan/universitas.
Waktu : 21 maret
Peserta : Siswa-siswi SMA se-Kab Samosir.

IV. Hasil dan Analisis
Tujuan :
a. Mengetahui hasil dari try out
b. Mengetahui perbandingan kemampuan antar siswa di Samosir dan mahasiswa ITB
c. Waktu : 27 maret

Time line kerja try out SMA/SMK se kab Samosir

timeline

KEPANITIAAN

Kepanitiaan awal dari kegiatan ini dilaksanakan oleh beberapa orang anak muda yang merasa peduli dengan pendidikan di kampung halaman. Kami merupakan sebuah komunitas biasa komunitas samosir berubah yang bekerjasama dengan unit kegiatan di kampus ITB, Institut Sosial Humaniora-tiang bendera ITB, juga dengan organisasi alumni sekolah yaitu ALBUMPANG dan juga ALBUM MEDAN.

ALBUMPANG adalah Organisai Alumni SLTP Budi Mulia Pangururan

Album Medan adalah singkatan dari Alumni SMA Budi Mulia. Organisasi ini untuk segenap alumni SMA Budi Mulia P.Siantar yang ada di Medan.

Susunan Kepanitian Sebagai Berikut

Pelindung : Tuhan Yang Maha Esa

Penanggung Jawab : Raja Sondang Simarmata

Anggota yang tergabung dalam kegiatan ini :

1.) Divisi Pembuat soal dan pembahasan

a) IPA

· Peri Turnip ( Matematika ITB)

· Raja Simarmata ( Tehnik Pertambangan ITB)

· Risman Simanjorang (Teknik Sipil ITB)

· Rapella Theodore Surbakti (Teknik Industri ITB)

· Guntur Purba (Teknik Elektro ITB)

· Hendra Andreas ( Matematika ITB )

· Ariondoro Simbolon ( Teknik Informatika Unikom )

· Lina ( Biologi Unimed )

· Vince Rajagukguk (Teknik Pertambangan ITB)

· Dwi Friska Naibaho (FTSL ITB)

· Emra Manik (Biologi Unimed)

b) IPS

· Nova Simbolon ( Sejarah UPI )

· Roy Ganda Sagala ( Hukum STHB )

· Darman Turnip ( Hukum UGM )

· Boyke Siringoringo (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Jogjakarta)

· Grace (Hukum Unpad)

· Erhayanti (Fisika UPI)

· Samuel Nababan

· Chandra K Simankorang (Ekonomi UNPAD)

· Nova Simanjorang (ilmu pemerintahan Unpad)

2.) Divisi Dana Usaha ( Danus )

ü Simon Silalahi

ü Muncul Saragi

ü Putra Siregar

ü Anita

ü Franto Sinaga

ü Josevina Silalahi

ü Hendro Maulana Sugandi

ü Subandi Sihotang

ü Candra Sitanggang

ü Nony Munthe

3.) Divisi Pubikas

ü Manganju Luhut Tambunan

ü Roy Ganda Sagala

ü Elisa Sirait

ü Fera Silalahi

ü Adi Gunawan Purba

ü Febrina Sri Boco

4.) Dokumentasi

ü Nita Riany

ü Raja Simarmata

ü Peri Turnip

ü Risman Simanjorang

ü Helmina Sipayung

ü Nita Riany

5.) Tim Pelaksana di Medan dan Samosir :

ü Irma Sihotang

ü Asiroha Siboro

ü Candra Damanik

ü Fitri L Manik

ü Asiroha Siboro

ü Ika Simbolon

ü Kartini Sinaga

ü Kristina Lumbantobing

ü Lina Naibaho

ü Martogi Sipakkar

ü Astri Sinurat

ü Prima Lumbangaol

ü Rayon

ü Boy Handy Sihombing

ü Daniel Turnip

ü Togi Simbolon

ü Florian Manurung

ü Isnawati Nadeak

ü Amrin Manik

ü Pagar Sinaga

ü Emra Manik

ü Lina

ü Helmina Sipayung

ü Elbiando Roberto

ü Archiman Simbolon

ü Agustina Manurung

ü Elvis Christison

ü Noverto Sitohang

ü Antoni

6.) Kesekretariatan

ü Bogor : Budimantua Simarmata (085694055957)

ü Medan : Faria Sihotang (081375405004)

ü Bandung : Ariandoro Simbolon (081320188048)

ü Jakarta : Try jaya sipayung (081375885554 )

ü Yogyakarta : Boyke Siringo-ringo (085261290005)

Contant person

Nama

Telepon

Email

Raja Simarmata

085297757902

raja.simarmata@yahoo.co.id

Peri Turnip

081394394462

turnip_fbi@yahoo.com

Risman Simanjorang

085220581078

man_joeranx@yahoo.com

Candra Damanik

081371288739

album_medan@yahoo.co.id

Segala bantuan anda dapat di kirimkan ke
 
       No rekening     : 0107560315
Kantor cabang  : Bank BNI ITB Bandung       
Atas nama        : Peri Turnip

No rekening        : 131-00-0486869-3
Kantor cabang    : bank Mandiri Pematang Siantar
Atas nama          : Guntur Purba Siboro

No rekening               : 7770747893 
Kantor cabang           : BCA KCU DAGO              
Atas nama                   : Samuel Zulkhifly Sinaga

Besar harapan kami kegiatan ini dapat berlangsung, mudah-mudahan kegiatan ini menjadi langkah awal perubahan yang kecil menjadi sebuah perubahan yang besar diranah pendidikan. Dan untuk itu kami sangat berharap dukungan ide dan material dari semua pihak.

Terima kasih

ttd

Anggaran Biaya

dana1